Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

Buya Syafii Maarif: Muhammadiyah Butuh Gerakan Ilmu

Published 07/08/2017 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE
Sumber: jawapos.com

Yogyakarta, LiputanIslam.com– Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) Ahmad Syafii Maarif menyatakan bahwa persyarikatan Muhammadiyah butuh gerakan ilmu. Ia menilai peran Muhammadiyah selama ini dalam bidang gerakan sosial, kesehatan, dan pendidikan sudah sangat baik. Hanya saja, Muhammadiyah butuh langkah yang lebih maju yakni membumikan gerakan ilmu.

“Selain gerakan sosial, pendidikan dan kesehatan, Muhammadiyah juga butuh gerakan ilmu. Dalam gerakan sosial, Muhammadiyah sudah sangat membumi,” ujarnya saat menerima kunjungan perwakilan organisasi kepemudaan dari Malaysia, di kantor redaksi Suara Muhammadiyah,Yogyakarta, seperti dilansir suaramuhammadiyah.id, pada Senin (7/8).

Buya Syafii menilai, Muhammadiyah masih perlu meningkatkan kerja-kerja intelektualitas. Para kader Muhammadiyah harus mampu mengemban tugas kecendekiawanan. Juga dituntut hadir mengambil peran dalam upaya menyelesaikan berbagai persoalan bangsa sekarang ini.

Menurut Buya Syafii, modal besar Muhammadiyah sebagai gerakan sosial yang memiliki struktur dan amal usaha dari pusat hingga ke cabang dan ranting, perlu untuk diberdayakan sebagai gerakan keilmuan. Gerakan ilmu sangat penting dengan beberapa alasan. Pertama, kondisi dunia Arab yang sedang jatuh. Kedua, keadaan Indonesia yang tidak kunjung membaik. Ketiga, pengaruh misguided Arabism. “Ini persoalan besar,” ucapnya.

Ketidakhadiran ilmu menyebabkan  munculnya sikap fanatik. Pemahaman orang untuk selalu menganggap bahwa Islam selalu identik dengan Arab adalah juga karena kurang ilmu. Sehingga mereka menganggap perbuatan sebagian Arab sebagai representasi dari Islam. Puncaknya, adalah kemunculan ISIS hingga Boko Haram. “Saya tidak anti Arab. Arab yang bagus-bagus juga banyak,” ungkap Buya

Buya juga mengajak para intelektual Muhammadiyah untuk berani melakukan pembaharuan sebagaimana semangat tajdid yang diusung Muhammadiyah. “Kita perlu rethinking. Perlu penafsiran ulang. Al-Qur’an itu hudan linnas, hudan lil muttaqin (petunjuk bagi seluruh manusia, bagi orang-orang yang bertakwa). Itu sebagai moral,” tuturnya.

Ia menjelaskan, sebagai petunjuk bagi seluruh manusia, maka Al-Qur’an bukan hanya berhak ditafsirkan oleh orang Arab. Tapi juga oleh semua manusia di berbagai belahan dunia. Termasuk di dunia Melayu dan Indonesia. Bagi intelektual di dunia Melayu, dibutuhkan kesungguhan mendalami paham dan pemikiran keislaman. Buya mengumpamakan, ‘jika ingin mendapatkan hasil, harus menyelam ke dasar lautan, bukan  hanya berenang di permukaan.’ Dilandasi dengan penguasaan bahasa Arab dan turas (tradisi pemikiran Islam tradisional) yang kuat dan kemudian dipadukan dengan tajdid. (Ar/Suara Muhammadiyah).

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Indonesiana

[Video:] Terjemahan Pidato Lengkap Presiden Iran di Masjid Istiqlal

By Muhammad
Berita Video

[Video:] Terjemahan Lengkap Pidato Presiden Iran di Indonesia di ICC, Jakarta

By Muhammad
Indonesiana

Raisi: Biarkan Musuh Mati dalam Keadaan Marah Lihat Keakraban Umat Muslim

By Hadi
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account