Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

Budayawan: Berekspresi Harus Perhatikan Nilai-Nilai Pancasila

Published 06/04/2018 2 Min Read
Share
2 Min Read
SHARE
Sumber: nu.or.id

Jakarta, LiputanIslam.com– Budayawan Ahmad Tohari menyatakan bahwa kebebasan berekspresi di Indonesia dibatasi oleh Pancasila, sehingga kebebasan ekpresi termasuk ekspresi seni jangan sampai melanggar nilai-nilai Pancasila. Berekspresi harus memperhatikan nilai-nilai Pancasila. Hal itu ia sampaikan menanggapi tindakan Sukmawati Soekranoputri atas karya puisi berjudul Ibu Indonesia yang menuai kontroversi dan berujung permintaan maaf Sukmawati kepada umat Islam.

“Betapapun kita masih mengakui Pancasila. Aspek Ketuhanan Yang Maha Esa ini jangan diabaikan,” ujar Ahmad Tohari, seperti dilansir NU Online Jakarta, pada Kamis (5/4).

Menurutnya, berekspresi di Indonesia berbeda dengan di negara lain, seperti di Jerman. Tohari memberikan contoh satu kasus di Jerman pada tahun 1995, di mana seorang seniman lukis membuat iklan rokok dengan melukis biarawati yang berpenampilan tidak sopan. Atas iklan tersebut, sebagian umat Kristiani yang keberatan lalu mengajukan ke pengadilan.

“Anehnya setelah persidangan, pelukis itu yang memenangkan. Karena berdasarkan kebebasan berekpresi di Jerman ditambah menurut hakim dari segi hukum eksistensi Yesus tidak ada, seniman itu malah yang menang. Persoalannya, apakah sama antara di Jerman dengan Indonesia?” ungkapnya.

Ia menjelaskan, hal itu bisa terjadi karena kebabasan ekpresi di Jerman didukung falsafah humanisme dan sekulerisme. Sementara Indonesia mengakui falsafah Pancasila. “Dalam berkarya kebebasan ekspresi kita jangan sampai melanggar Pancasila,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Tohari juga mengingatkan bahwa sebagai sesama seniman dalam berkarya mestinya mempertimbangkan apakah suatu karya akan melukai pihak lain atau tidak. “Kalau diperhitungan melukai pihak lain lebih baik tidak dikeluarkan,” ucapnya. (ar/NU Online).

 

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Indonesiana

[Video:] Terjemahan Pidato Lengkap Presiden Iran di Masjid Istiqlal

By Muhammad
Berita Video

[Video:] Terjemahan Lengkap Pidato Presiden Iran di Indonesia di ICC, Jakarta

By Muhammad
Indonesiana

Raisi: Biarkan Musuh Mati dalam Keadaan Marah Lihat Keakraban Umat Muslim

By Hadi
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account