Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

Beda Nasib Antara Syaikh Nimr dan Abu Bakar Ba’asyir

Published 05/01/2016 2 Min Read
Share
2 Min Read
SHARE

EriJakarta, LiputanIslam.com —  Erizeli Jely Bandaro, penulis buku Cintaku Negeriku yang aktif di media sosial juga turut berkomentar terhadap eksekusi mati Syaikh Nimr Baqir al-Nimr yang dilakukan rezim Arab Saudi. Seperti diketahui, eksekusi terhadap ulama Syiah ini mendapatkan kecaman dari berbagai penjuru dunia. Apalagi, Syaikh Nimr dipancung hanya karena melakukan protes terhadap penguasa.

“Abu Bakar Ba’asyir dan Nimr Baqir Al-Nimr, memang berbeda. Abu Bakar Ba’asyir, bukan Syiah. Namun nasib mereka berbeda karena mereka berada di negara yang berbeda.”

“Di Arab yang monarkhi kalimat raja adalah hukum, dan Nimr Baqir al-Nimr harus dihukum mati karena hanya berbeda pendapat dengan Kerajaan/ penguasa. Tapi Abu Bakar Ba’asyir walau berniat makar tetap tidak di hukum mati, tapi dipenjara oleh hukum yang berdasarkan UUD 45 dan Pancasila.”

Baca juga: Iran, Cermin Negara Merdeka yang Sesungguhnya

Erizeli lantas mengaitkan kondisi di jaman kekhalifahan Abu Bakar ra. Saat itu, walau ada sahabat yang berbeda pendapat namun tidaklah dihukum mati.

“Ketika Abu Bakar dibaiat khalifah pertama oleh kaum muslimin, seorang sahabat dan tokoh Anshar bernama Sa’ad bin Ubadah tidak mau membaiat Abu Bakar hingga beliau wafat. Tapi khalifah Abu Bakar tidak memerangingya dan dia tetap aman serta tidak ada satu pun sahabat yang mengkafirkannya. Artinya, orang Islam yang tidak mau berbaiat kepada khalifah yang tidak mereka setujui bukan dosa. Apalagi orang beragama non-Islam. Tidak bisa dipaksa untuk berbaiat kepada Khalifah,” tulis Erizeli.

Erizeli juga mengaku bahwa ia rindu pada pemimpin yang berakhlak Al-Qur’an, bukan pemimpin yang hanya menggunakan simbol Islam belaka.

“Pemimpin yang menghargai perbedaan, bahkan di hujatpun pemimpinnya tetap sabar, tetap mencintai rakyatnya. Perbedaan benar-benar dianggap rahmat. Karena dengan perbedaan itu iman tidak berubah menjadi cemburu mahzab, tapi iman menentramkan terutama kepada musuh dan yang berbeda…”

“Kalau sudah begini memang Raja Salman berbeda dengan Presiden Jokowi…sangat beda,” tutupnya. (ba)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Indonesiana

[Video:] Terjemahan Pidato Lengkap Presiden Iran di Masjid Istiqlal

By Muhammad
Berita Video

[Video:] Terjemahan Lengkap Pidato Presiden Iran di Indonesia di ICC, Jakarta

By Muhammad
Indonesiana

Raisi: Biarkan Musuh Mati dalam Keadaan Marah Lihat Keakraban Umat Muslim

By Hadi
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account