Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

Anak Penjual Nasi Kuning yang Jadi Komandan Paskhas

Published 21/01/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

agustrionodetikcom

Pekanbaru, LiputanIslam.com – Tak berbeda dengan kisah Bripda Taufik yang sukses menjadi polisi ditengah keterbatasan ekonomi yang menghimpit, Letkol Agus Triyono, Komandan Komando Pasukan Khas (Paskhas) Batalyon 462 di Pekanbaru Riau, pun bisa memberikan teladan bagaimana kondisi ekonomi bukanlah menjadi alasan untuk mewujudkan cita-cita bahkan mampu mengukir prestasi yang lebih baik.

Agus, begitu sapaan akrabnya, merupakan anak ketiga dari enam bersaudara buah hati Abdul Somad Chalik (almarhum) dan ibundanya Ety Sukarti. Sejak SMP, ia sudah jadi anak yatim. Tinggalah bundanya yang sampai sekarang beralamat di Jl Pekalipan Utara Gang Arab, 199 Cirebon. Di rumah sederhana itu, sang ibu harus banting tulang sebagai penjual nasi kuning untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya, seperti dilansir dari detik.com.

Sejak kecil Agus dididik dengan keras oleh Ibunya yang telah ditinggal mati suaminya. Sejak SMP, Agus harus membantu ibunya pergi ke pasar untuk memenuhi kebutuhan belanja demi melanjutkan hidup dengan berjualan nasi kuning. Setelah itu, barulah Agus tetap berangkat ke sekolah.

Berjualan nasi kuning inilah, sebagai penopang untuk keluarga mereka. Sang ibu memilih tetap hidup sendiri, untuk berjuang menjadikan anak-anaknya bisa bersekolah. Sang ibunda menjadi tulang punggung buat Agus dan saudaranya.

Setelah tamat SMP, Agus mengadu nasib dengan mendaftar sebagai siswa SMA Tauna Nusantara di Magelang. Sekolah itu baru pertama kali menerima murid. Tanpa pikir panjang Agus meminta restu ibunya dan belajar bersama tiga rekannya agar lolos masuk SMA Taruna Nusantara.

Beruntung hanya Agus yang lolos sebagai perwakilan dari Cirebon. Saat itu kebutuhan hidup di SMA Taruna Nusantara sudah di penuhi oleh ABRI. Setelah masuk SMA Taruna Nusantara setidaknya Agus mengurangi beban hidup ibunya karena kebutuhan Agus telah ditanggung negara.

Setelah lulus SMA, Agus sempat mengalami dilema. Meskipun sempat lulus seleksi masuk STAN, akhirnya Agus memilih untuk menjadi anggota TNI. Setelah dinyatakan lulus, disinilah Agus memulai karirnya sebagai prajurit hingga mampu menduduki posisi Danyon Paskhas 462.

Menjadi tampuk pimpinan DanPaskhas, Agus memiliki anggota sekitar 490 personel. Sebelum menjadi orang nomor satu di jajaran Paskhas di Pekanbaru, tentunya pria yang hobi olahraga main bola ini, sudah malang melintang ditugaskan dari Jawa, ke Ambon, Aceh, Jakarta hingga sekarang di Pekanbaru. Dia juga pernah bergabung di Paskhas 464. Agus pun kembali membuktikan bahwa ditengah keterbatasan, dengan tekad yang kuat bisa menggapai cita-citanya. (fie)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Indonesiana

[Video:] Terjemahan Pidato Lengkap Presiden Iran di Masjid Istiqlal

By Muhammad
Berita Video

[Video:] Terjemahan Lengkap Pidato Presiden Iran di Indonesia di ICC, Jakarta

By Muhammad
Indonesiana

Raisi: Biarkan Musuh Mati dalam Keadaan Marah Lihat Keakraban Umat Muslim

By Hadi
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account