Trump Diskakmat oleh Kongres AS dan Kian Diabaikan

0
181

LiputanIslam.com-Untuk kali pertamanya di Kongres AS, Republik dan Demokrat serempak menentang Donald Trump, yang baru saja dalam Pilpres 2020.

Saat ini, Trump tahu bahwa diabaikannya veto dirinya untuk Draf Pertahanan oleh Kongres adalah sebuah penghinaan terhadap presiden yang tengah melewati hari-hari terakhirnya di Gedung Putih.

DPR AS pada hari Senin (28/12) lalu telah mengabaikan aturan pelanggaran veto Trump untuk menolak Draf Pertahanan senilai 740 milyar dolar. DPR AS mendapatkan suara mayoritas, yang 212 darinya berasal dari Demokrat, dan 109 dari Republik.

Penolakan dan pengabaian veto Trump ini menunjukan perpecahan besar di dalam Partai Republik di pekan-pekan terakhir kepresidenan Trump.

Hasil pemungutan suara berakhir dengan 322 suara setuju dan 87 suara menolak, Dengan demikian, Draf Pertahanan jatuh ke tangan Majelis Senat AS, yang dipimpin Republik. Pemungutan suara final rencananya akan diadakan akhir pekan ini.

Hasil pemungutan suara itu merupakan pukulan telak bagi Trump, sebab dia selalu memuji-muji pasukan militer pendukungnya dan sangat berharap kepada mereka. Pemungutan suara ini adalah tahap sebelum pemungutan suara final di Senat. Menurut para pengamat, ini adalah pertanda kekalahan bagi orang yang telah gagal dalam mempertaruhkan segalanya dan kehilangan semua kesempatan, baik di dalam atau di luar.

Jika Senat, yang dikuasai Republik, menolak protes Trump, maka ini akan menjadi kali pertama bahwa Kongres AS menggagalkan veto Presiden AS ke-45. Jika ini terjadi, maka itu akan menjadi sebuah penghinaan serius dan tak bisa ditebus.

Penghinaan yang dialami Trump pada Senin lalu bukan penghinaan pertama. Juga ada kemungkinan bahwa penghinaan terhadap Trump pada akhir pekan nanti bukan yang terakhir. Pasca kekalahan Trump di Pilpres, dia berusaha untuk mempertanyakan hasil Pilpres dan mengesankan bahwa dia kalah karena dicurangi. Saat ini, Trump lebih terisolasi dari sebelumnya dan telah kehilangan pengaruhnya di tengah orang-orang lain.

Bahkan harian New York Post, yang merupakan sedikit dari media yang disukai Trump, pada edisi Minggu pekan lalu memintanya untuk mengakhiri permainan menyedihkan ini dan mengakui kemenangan Joe Biden.

New York Post menulis,”Kami tahu bahwa Anda gusar karena telah kalah. Namun melanjutkan jalan ini dengan kondisi semacam ini adalah sebuah malapetaka.” (af/alalam)

Baca Juga:

Iran Ingatkan Normalisasi Saudi-Israel hanya akan Mengusik Keamanan Saudi sendiri

Hubungan antara Kesepakatan Nuklir Iran dan Kapal Selam Nuklir AS

DISKUSI: