Terkait Muslim Uighur, Menkopolhukam: Ibu Menlu Gunakan Diplomasi Lunak

0
141

Sumber: Kumparan

Jakarta, LiputanIslam.com — Terkait isu kemanusiaan terhadap Muslim Uighur yang tinggal di kamp-kamp yang dibangun di wilayah Xinjiang China, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD memastikan pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri melakukan diplomasi lunak.

“Ibu Menlu sudah melakukan langkah-langkah. Kita punya jalan diplomasi lunak. Sejak dulu kita menjadi penengah dan mencari jalan yang baik, bukan konfrontatif,” katanya, di Jakarta, Kamis (19/12), saat acara Gerakan Suluh Kebangsaan dengan tema “Merawat Semangat Hidup Berbangsa”.

Mahfud menjelaskan pemerintah Indonesia sudah melakukan langkah-langkah yang diperlukan, kemudian dari kelompok masyarakat juga ikut berperan, seperti MUI dan Muhammadiyah.

Sebagai manusia, ia mengakui tidak mungkin mendiamkan begitu saja terkait isu kemanusiaan di Uighur, tetapi perlu juga mengetahui persoalan yang sebenarnya.

“Karena di China itu kawasan Muslim kan banyak juga, bukan hanya Uighur. Saya pernah ke Beijing, ke berbagai tempat lain, aman-aman aja. Tetapi kok di Uighur terjadi seperti itu, ada apa?” kata Mahfud.

Baca juga: Terkait Muslim Uighur, Begini Komentar Hidayat dan Ma’ruf Amin

Sementara, Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian, mempersilakan masyarakat Indonesia untuk melihat langsung kondisi muslim di Uighur, China. Dia menampik adanya pemberitaan adanya tindakan intimidasi dan aksi kekerasan oleh pemerintahnya.

Duta Besar memastikan wilayah Xinjiang, kawasan yang banyak ditempati muslim Uighur, kondisinya aman.

“Silakan jika ingin berkunjung, beribadah, dan bertemu dengan masyarakat muslim Uighur. Persoalan di Xinjiang sama dengan kondisi dunia lain. Ini upaya kami memerangi radikalisme dan terorisme,” ucap Xiao Qian saat bertemu Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko, di Kompleks Istana Kepresiden Jakarta, Rabu 18 Desember 2019. (Ay/Antara/Liputan6)

DISKUSI: