Konferensi GCC di Riyadh. Sumber: Presstv

Riyadh,LiputanIslam.com—Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud menuduh Iran telah melakukan tindakan agresif yang bisa membahayakan perdamaian di Timur Tengah. Atas dasar itu, ia meminta Dewan Kerjasama Teluk (GCC) untuk melawan Iran.

“Kawasan kita saat ini tengah menghadapi keadaan dan tantangan yang mengharuskan kita untuk melawan rezim Iran yang terus melakukan tindakan-tindakan agresifnya. Tentu saja ini merupakan ancaman terhadap keamanan dan stabilitas,” ucap raja Salman di tengah berlangsungnya konferensi GCC yang ke-40 di Riyadh.

Arab Saudi, seperti halnya Israel dan Amerika Serikat, telah menuduh Iran mengembangkan program nuklir dan meminta komunitas internasional agar turut campur atas masalah ini.

GCC adalah organisasi yang menghimpun beberapa negara Arab teluk seperti Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan UEA. Namun, pada konferensi yang berlangsung pada Selasa (10/12) itu, hampir separuh pemimpin terkemuka GCC tidak hadir.

Baca: KTT GCC Rilis Deklarasi, Raja Salman Serukan Aliansi Anti Iran

Sultan Oman, Sayyid Qaboos bin Said Al-Said tidak hadir dan diwakilkan oleh deputi perdana menteri Sayed Fahd bin Mahmud al-Said.

Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan dari Uni Emirat Arab (UEA) juga absen dan digantikan oleh wakil presiden sekaligus penguasa Dubai, Sheikh Mohammed bin Rashid Al-Maktoum.

Bahkan, Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani tak bisa hadir karena ada kegiatan lain. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*