Sanksi AS Makin Melemah, Iran Optimis Kondisi Perekonomian Berangsur Pulih

0
138

Sumber: Mehrnews

Tehran, LiputanIslam. Com—Menteri Perindustrian, Tambang dan Perdagangan Iran Reza Rahmani mengatakan dampak dari sanksi AS telah mencapai titik terendah dan kondisi perekonomian Iran berangsur pulih.

Amerika Serikat telah mengeluarkan sanksi terberatnya terhadap Iran, tetapi lebih dari satu setengah tahun sanksi itu diberlakukan, pemerintah Iran tak kunjung menyerah.

“Situasi yang kami alami tahun lalu di pasar dan sektor-sektor lain telah berubah karena bantuan para “jihadis muda”, dan selama delapan bulan terakhir,  produksi kami di berbagai bidang, termasuk pasar, pertambangan, dan bisnis, telah meningkat dibandingkan dengan tahun lalu,” ucap Rahmani pada Selasa (24/12) malam.

Menurut Rahmani, industri makanan, semen, dan petrokimia sudah bisa menyesuaikan permintaan pasar.

Baca: Media Israel Sebut Fraksi Perlawanan Palestina di Gaza Menguat Karena Bantuan Iran

Selama sepekan terakhir, media sosial dan portal berita dihebohkan dengan munculnya kue bolu yang dicampur dengan obat terlarang. Pejabat dan dinas intelijen Iran mencurigai permainan busuk ini didalangi oleh pihak asing yang berupaya menargetkan industri makanan yang sedang tumbuh di negara itu.

Awal bulan ini, Amerika Serikat membidik langsung mata pencaharian rakyat Iran. Departemen Luar Negeri AS memberlakukan sanksi baru terhadap maskapai terbesar dan perusahaan pengiriman Iran.  Langkah ini dianggap telah merampas satu-satunya moda transportasi yang digunakan untuk pengiriman barang-barang kemanusiaan.

“Orang-orang AS dilarang terlibat transaksi dengan Republik Islam Iran, termasuk transaksi untuk penjualan komoditas pertanian, makanan, obat-obatan, atau peralatan medis,” jelasnya , menggambarkan pedoman sanksi terbaru AS.

Bahkan, orang-orang non Amerika yang secara sadar terlibat dengan aktivitas ekonomi Iran beresiko terkena sanksi. (Fd/Presstv)

DISKUSI: