Rouhani: Mustahil Bicara dengan AS jika Sanksi Belum dicabut

0
152

Sumber: Tasnim

Tehran,LiputanIslam.com—Presiden Iran, Hassan Rouhani, berbicara dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, melalui panggilan telepon pada Rabu (11/9) malam. Dalam panggilan itu, Rouhani menyebut percuma bicara dengan Amerika saat negara itu menjatuhkan sanksi terhadap kami.

Keluarnya AS dari JCPOA, menurut Rouhani juga berarti AS telah lari dari tugasnya yang diatur oleh kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran.

“Dari sudut pandang pemerintah, parlemen, dan rakyat Iran, percuma melakukan negosiasi dengan AS selama negara itu masih menjatuhkan sanksinya terhadap Iran,” ucapnya.

Rouhani menegaskan, saat ini pengurangan komitmen Iran terhadap JCPOA telah memasuki fase ketiga. Ia mengaku, Iran hanya akan bericara dengan anggota JCPOA 5+1 (Rusia, Cina, AS, Inggris, Prancis, dan Jerman) jika sanksi terhadapnya dicabut.

Menurut Rouhani, kekuatan JCPOA dan keamanan seluruh jalur maritim, termasuk Teluk Persia, merupakan kekuatan utama yang akan menguntungkan semua negara, termasuk para anggota Uni Eropa, bahkan Amerika Serikat.

Baca: Iran Pastikan Tahap III Pengurangan Komitmen JCPOA

Merespon hal itu, Macron, menyebut pemerintahnya tengah berusaha melakukan negosiasi dengan AS terkait Iran dan mengatakan Paris akan terus berupaya untuk mengimplementasikan JCPOA dan mencapai kesepahaman antara kedua pihak.

Dua pimpinan, Presiden Iran dan Prancis, juga sepakat untuk terus melakukan konsultasi terkait isu tersebut. (fd/Tasnim)

DISKUSI: