Qassem Soleimani, Pria yang Menerjemahkan Keberanian

0
279

Teheran,LiputanIslam.com-Syahid Qassem Soleimani bukan manusia biasa. Bisa dikatakan bahwa keberanian, amal, dan takwa telah diterjemahkan dalam satu pria ini. Dan sebelum itu, ia telah menerjemahkan instruksi-instruksi junjungannya, Imam Husain as, dalam dirinya.

Selama 40 tahun lalu, ia tak kenal lelah memburu kematian, sementara kematian justru kabur menghindarinya. Suatu kali, saat ditanya kenapa ia tak pernah mencalonkan diri dalam pemilu, ia menjawab dengan singkat,”Saya adalah kandidat untuk (ditembak) peluru.”

Saat Soleimani berada di front terdepan perang melawan ISIS, takfiri, dan teroris di Irak serta Suriah, orang-orang di sekitarnya selalu mengkhawatirkan keselamatan nyawanya. Dia adalah komandan yang memimpin barisan para pria sejati.

Dalam Perang Teluk I, yang dikobarkan Saddam atas instruksi atasan Amerikanya, medan-medan tempur ibarat rumah dan pusat kehidupan Soleimani. Dia mengalami begitu banyak luka parah selama perang, hingga ia dijuluki “Syahid Yang Hidup.” Soleimani kerap mengutarakan penyesalannya karena belum diberkahi kesyahidan, sampai-sampai ia sering menangisi ‘nasib sialnya.’

Muqawamah Islam di Lebanon, Palestina, Irak, dan sebagainya memperoleh sebagian besar ketangguhannya dari Soleimani, sehingga poros ini tak terkalahkan dalam menghadapi Zionis, Amerika, dan para antek Arab mereka. Ini pula yang mendorong koalisi durjana ini begitu bernafsu untuk melenyapkan pria yang telah menggagalkan proyek-proyek mereka. Upaya terakhir mereka adalah apa yang telah dibongkar dan dimentahkan oleh kementerian intelijen Iran beberapa waktu lalu.

Saat itu, pihak intelijen Iran mengendus persekongkolan sejumlah sindikat internasional dan domestik, yang berencana menggali terowongan menuju bangunan Husainiyah dekat rumah ayah Soleimani dan menanam bom di bawahnya. Namun Tuhan tidak menghendaki Soleimani gugur di tangan antek-antek kecil Amerika. Dia melindungi Soleimani agar ia, sebagaimana junjungannya Imam Ali as, meraih syahadah di tangan manusia-manusia paling celaka di muka bumi.

Sungguh keliru orang-orang yang menyangka bahwa Amerika, Israel, dan anteknya telah meraih kemenangan dengan membunuh Soleimani. Soleimani adalah seorang pria pembawa spririt Husaini, dan sungguh banyak pria-pria seperti ini dalam rentang 1400 tahun. Sungguh benar orang yang mengatakan bahwa Israel tidak mendapatkan apa pun usai meneror sekjen Hizbullah terdahulu, Sayyid Abbas Musawi. Saudi dan anteknya di Yaman juga nihil hasil setelah membunuh Syahid Husain al-Houthi. Satu-satunya ‘raihan’ mereka adalah munculnya para pria penempuh jalur Husaini, yang akan membuat mereka lebih sengsara lagi. (af/alalam)

Baca Juga:

Sekilas Perjalanan Hidup Syahid Qassem Soleimani

Ini Dia Sosok Esmail Qaani, Penerus Jenderal Soleimani

DISKUSI: