Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Sekilas Perjalanan Hidup Syahid Qassem Soleimani

Published 03/01/2020 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Teheran,LiputanIslam.com-Mayjen Qassem Soleimani lahir pada tahun 1957 di sebuah desa pegunungan terpencil Ghanat Molk di kota Raber, provinsi Kerman.

Usai menyelesaikan pendidikan sekolah dasar pada usia 12 tahun, Soleimani meninggalkan tempat kelahirannya dan bekerja sebagai tukang bangunan di Kerman. Beberapa waktu kemudian, ia bekerja sebagai kontraktor di badan perairan. Di tahun-tahun itu pula dia mulai terlibat dalam aktivitas revolusioner.

Pasca kemenangan Revolusi Islam Iran, Soleimani bergabung dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Di awal perang Iran-Irak, ia memegang komando dua batalyon pasukan Kerman. Kemudian atas usulan Syahid Mir Bagheri, Soleimani membentuk brigade baru Kerman. Tak lama berselang, pada tahun 1983 ia bergabung dengan Divisi 41 Tharollah yang meliputi pasukan dari Kerman, Sistan va Baluchestan, dan Hormuzgan.

Sepanjang perang Iran-Irak/Teluk I, Soleimani terlibat dalam sejumlah operasi militer besar, seperti Val Fajr 8, Karbala 4, Karbala 5, dan Shalamche.

Divisi 41 Tharollah adalah bagian dari pasukan pembobol garis depan musuh. Divisi ini berperan penting dalam sejumlah operasi sukses Iran dalam Perang Teluk I.

Meski musim panas 1988 adalah akhir perang bagi kebanyakan rekan-rekan Soleimani, namun baginya justru merupakan awal periode perjuangan baru di medan tempur.

Berkat perjuangannya di perbatasan timur dan perang melawan sindikat pengedar narkoba di perbatasan Iran-Afghanistan, Soleimani pada tahun 1997 dipanggil Ayatullah Ali Khamenei (pemimpin tertinggi Iran) ke Teheran dan diangkat sebagai komandan Qods IRGC.

Salah satu prestasi gemilang Soleimani selama memimpin pasukan Qods adalah penguatan Hizbullah Lebanon dan kelompok pejuang Palestina. Contoh paling nyata bisa dilihat dalam sejumlah perang, seperti Perang 33 Hari antara Hizbullah dan Israel, serta kemenangan pejuang Gaza dalam Perang 22 Hari.

Pada hakikatnya, Soleimani telah berhasil mengimplementasikan strategi Iran, yaitu membantu kelompok-kelompok perlawanan terhadap Rezim Zionis.

Seiring munculnya konspirasi baru Barat dan dukungan finansial sejumlah negara, seperti Saudi, yang membidani kelompok-kelompok teroris, baik ISIS atau Jabhat al-Nusra, Soleimani mendapat misi baru untuk menumpas ancaman baru ini di Irak dan Suriah.

Dia lalu membentuk kelompok relawan “al-Hashd al-Shaabi” di Irak dan “pembela tanah air (al-Difa` al-Wathani)” di Suriah. Berkat dua kelompok relawan ini, juga bimbingan Qods IRGC, para teroris di kedua negara tersebut praktis dilenyapkan.

Bisa dikatakan bahwa Soleimani dan pasukannya, yang dimintai bantuan oleh pemerintah Suriah dan Irak, telah berhasil mencegah jatuhnya Damaskus dan Baghdad. Lawatan Soleimani ke Moskow juga yang berperan penting dalam meyakinkan Putin dan Rusia untuk terjun ke perang Suriah.

Mungkin salah satu tujuan utama musuh dalam menjatuhkan Suriah, adalah memutus hubungan Iran dengan Hizbullah Lebanon. Namun dengan kekalahan ISIS dan perang Qods di Suriah dan Irak, justru terbentuklah sebuah rantai kuat bernama “Poros Muqawamah”; rantai yang menghubungkan Iran, Irak, Suriah, Lebanon, dan Palestina.

Peran tak terbantahkan Soleimani di kawasan membuat pihak AS dan Israel menyematkan sejumlah julukan kepadanya, seperti Panglima Bayangan, Figur Terkuat Timur Tengah, dan Mimpi Buruk Israel.

Jasa-jasa Soleimani di medan pertempuran membuatnya dianugerahi Medali Zolfeghar oleh pemimpin tertinggi Iran pada Maret 2019. Medali ini adalah medali tertinggi di kalangan militer Iran.

Setelah melalui tahun-tahun penuh perjuangan, akhirnya Soleimani meraih impiannya untuk mereguk cawan syahadah, setelah kendaraannya diserang helikopter AS di sekitar bandara Baghdad, Jumat 3 Januari 2020. (af/fars)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account