Pilpres Suriah, Kemenangan Politik yang Setara Kemenangan Militer

0
2635

LiputanIslam.com-Pilpres Suriah telah berlangsung di seluruh negara itu pada Kamis (27/5) kemarin. Berlawanan dengan spekulasi beracun sebagian media Barat, partisipasi luas rakyat Suriah di Pilpres merupakan pukulan baru kepada front musuh.

Foto-foto rakyat Suriah yang berbondong-bondong mendatangi kotak suara menunjukkan, mereka yakin kepada proses politik di Suriah dan menegaskan bahwa nasib negara ditentukan oleh mereka sendiri.

Sambutan rakyat Suriah untuk Pilpres kali ini begitu besar, sehingga Komite Hukum Tinggi Pilpres Suriah memperpanjang masa pemberian suara hingga 5 jam, yaitu sampai pukul 24.00 waktu setempat di semua pos-pos pemungutan suara.

Terlepas dari siapa pun pemenang Pilpres kali ini, partisipasi besar rakyat Suriah mendukung kebenaran ucapan Bashar Assad dan penilaiannya terhadap Pilpres tahun ini.

Assad berkata,”Bangsa Suriah tetap bersatu melawan terorisme. Suriah tidak peduli apa yang dikatakan negara-negara Barat soal Pilpres. Pandangan mereka (Barat) tidak ada nilainya. Gerakan dan antusiasme rakyat selama Pilpres sudah cukup untuk menjawab statemen negara-negara Barat,  yang punya sejarah imperialisme, soal Pilpres ini. Tak seperti yang diklaim Barat, apa yang terjadi di Suriah bukanlah perang saudara.”

Menlu Suriah Faisal Miqdad mengatakan, “Warga Suriah, di dalam atau luar negeri, telah menegaskan kepada dunia bahwa hanya mereka yang memutuskan nasib dan masa depan Suriah, serta menyuarakan aspirasi melalui kotak-kotak suara.”

“Statemen sejumlah negara Barat tentang Pilpres di Suriah menunjukkan mereka tidak hidup di dunia saat ini dan jauh dari realita. Hanya orang-orang Suriah yang bisa mengemukakan pendapat mereka tentang Pilpres.”

Situs Lebanon, al-Ahed, dalam analisisnya membahas berbagai aspek kemenangan politik Suriah dengan berlangsungnya Pilpres di negara itu. Al-Ahed menyebut bahwa kemenangan politik ini sepadan dengan kemenangan militer Damaskus.

“Barangkali Pilpres Suriah dan besarnya animo rakyat untuk hadir di pos-pos pemungutan suara telah mengejutkan banyak pihak. Namun kejutan ini tidak dimulai pada hari H, namun sejak beberapa hari sebelumnya, yaitu ketika pusat-pusat pemungutan suara di luar Suriah telah dibuka bagi warga Suriah yang tinggal di luar negeri. Antusiasme warga Suriah di luar negeri begitu tinggi, sehingga memaksa sejumlah negara Barat untuk menghalangi penyelenggaran Pilpres di wilayah mereka. Salah satunya adalah Jerman, padahal dibandingkan negara-negara Eropa lain, sebagian besar pengungsi Suriah berada di negara itu,”tulis al-Ahed.

“Pilpres Suriah tahun 2021 telah menyingkap tirai dari tahun-tahun perang di negara tersebut. Dengan partisipasi masif di pos-pos pemungutan suara, rakyat Suriah telah menyatakan,’Sebagaimana kami telah menang dalam perang militer, kami juga menang di perang politik. Opsi-opsi kami di sini sudah jelas dan tak akan berubah.’” (af/fars)

Baca Juga:

Raih 95% Suara Pilpres, Bashar Assad Terpilih lagi sebagai Presiden Suriah

[Video]: Hamas Gelar Parade Roket, Ibu-Ibu Mengelu-Elukan Brigade Al-Qassam

DISKUSI: