Palestina Mesti Melawan Upaya Negara-negara Arab yang Halangi Rekonsiliasi

0
175

LiputanIslam.com-Pusat Studi dan Riset Palestina memublikasikan sebuah artikel yang ditulis Mikhail Milshtein. Dalam artikel tersebut, para petinggi Israel diperingatkan bahwa upaya-upaya untuk mewujudkan rekonsiliasi antara kelompok-kelompok Palestina sangat serius dan bisa membahayakan eksistensi Rezim Zionis.

Jelas bahwa Tel Aviv sangat mencemaskan perdamaian dan rekonsiliasi ini, terutama bahwa dalam 13 tahun terakhir, Rezim Zionis berupaya keras untuk meruncingkan perseteruan internal Palestina dan selalu memanas-manasinya.

Dalam satu dekade lalu, Israel menikmati saat-saat paling nyaman dan tenang lantaran adanya perselisihan di tengah orang-orang Palestina. Hal ini otomatis berdampak positif pada ekonomi Israel, Namun, satu hal yang sulit dipahami di sini adalah upaya keras sejumlah negara Arab untuk meredam rekonsiliasi Palestina dan mengembalikannya ke titik awal.

Politisi Palestina, Jibril Rajoub, membeberkan bahwa Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) mendapat tekanan dari sebagian negara dan pentas regional-internasional agar tidak berpartipasi dalam pemilu. Pihak-pihak ini menawarkan banyak iming-iming kepada PNA agar tidak bergerak ke arah rekonsiliasi.

Rajoub tidak menyebut nama negara-negara tersebut. Namun bisa disimpulkan dari sejumlah bukti, bahwa mereka adalah negara-negara Arab yang tidak bisa menerima bahwa rekonsiliasi ini adalah buah dari dialog di Istanbul, yang diawasi musuh baru mereka, yaitu Recep Tayyip Erdogan.

Mereka tidak sanggup menerima bahwa kehormatan rekonsiliasi ini diperoleh Erdogan; presiden yang terang-terangan memusuhi para penguasa Arab, pasca berkuasanya el-Sisi di Mesir dan digulingkannya Ikhwanul Muslimin (yang didukung partai Erdogan) dari kekuasaan.

Yang aneh adalah bahwa negara-negara ini sendiri sebelumnya merupakan penjaga kepentingan Palestina. Namun mereka tidak mengambil langkah sekecil apa pun untuk mewujudkan kepentingan-kepentingan tersebut.

Bagaimana pun juga, agar kita tidak merasa optimistis secara berlebihan, ktia harus tahu bahwa negara-negara ini tidak akan tinggal diam. Mereka akan berusaha merintangi laju roda rekonsiliasi Palestina. Di sinilah orang-orang Palestina mesti membulatkan tekad untuk mewujudkan perdamaian, menyelenggarakan pemilu legislatif, dan memberikan legalitas kepada Parlemen.

Jika ini terjadi, maka semua pihak mau tak mau harus menerima pilihan rakyat Palestina. Sebab, tiadanya legalitas konstitusional sebelum ini telah menyebabkan pihak-pihak lain bersikap kurang ajar terhadap Palestina dan menginjak-injak norma-normanya. (af/alalam)

Baca Juga:

[Berita Gambar] Hamas Siap Mereformasi Institusi Palestina di Bawah PLO

Agen Rahasia Israel Culik 22 Orang Palestina di Tepi Barat

DISKUSI: