Mulai Pengayaan Uranium 60 Persen, Bukti Iran Tak Bisa Diintimidasi

0
1921

LiputanIslam.com-Wakil Menlu Iran Abbas Araghchi pada hari Selasa (13/4) mengumumkan,”Iran hari ini mengirim surat ke Sekjen IAEA dan menyatakan akan memulai pengayaan uranium 60 persen.”

Beberapa waktu lalu, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei menegaskan, kapasitas pengayaan uranium di Iran ditentukan oleh kebutuhan negara, bukan faktor lain. Pengiriman surat kepada IAEA dan pemberitahuan rencana pengayaan uranium 60 persen menunjukkan, Iran memiliki kuasa penuh dalam industri nuklir. Selain itu, industri ini murni bertumpu pada sumber daya domestik, dan tidak bergantung kepada izin dari pihak asing mana pun, juga tidak akan berhenti meski ada upaya-upaya inditimidatif untuk menghentikan lajunya.

Kendati Jubir Badan Energi Nuklir Iran, Behrouz Kamalvandi berada di rumah sakit, namun dari tempat itu ia mengumumkan bahwa mesin-mesin yang rusak akibat sabotase beberapa hari lalu, telah diganti dengan mesin-mesin baru, yang memiliki kapasitas 50 kali lipat lebih besar dari mesin-mesin lama.

Ini berarti bahwa industri nuklir Iran telah membulatkan tekad untuk mengubah tiap ancaman menjadi peluang.

Dalam pertemuan terakhir, Pemimpin Iran menyatakan bahwa kebutuhan Republik Islam adalah penentu tingkat dan volume pengayaan uranium. Ayatullah Khamenei hanya menyebutkan satu contoh, yaitu pengayaan uranium hingga 60 persen. Dengan kata lain, industri nuklir Iran tidak akan berhenti hanya di level 60 persen ini saja.

Pengumuman pengayaan uranium 60 persen dilakukan di saat media-media asing mengklaim, sabotase di fasilitas nuklir Natanz “menciptakan rintangan utama dalam program nuklir Iran.” Namun pada hakikatnya, langkah Iran ini adalah jawaban terhadap semua klaim tersebut. Pengayaan ini juga merupakan bukti bahwa ucapan dan tindakan Iran selalu sama.

Iran menolak tegas tawaran pencabutan sanksi setahap demi setahap. Satu-satunya solusi untuk isu nuklir Iran adalah pencabutan seluruh sanksi. Tentu saja Iran harus terlebih dahulu membuktikan apakah pencabutan sanksi itu benar-benar dilakukan atau tidak. Bagi Iran, uji ketulusan pencabutan sanksi sama penting, atau bahkan lebih penting, dari penghapusan sanksi itu sendiri. (af/alalam)

Baca Juga:

Jubir Badan Tenaga Atom Iran Terluka Saat Meninjau Fasilitas Nuklir Natanz

Iran Nyatakan Mudah Perkaya Uranium hingga 90%

DISKUSI: