Sumber: Sputnik

London,LiputanIslam.com—Pada Mei lalu, PBB telah menyerukan perlawan terhadap penyiksaan oleh militer Inggris di Irak. Lembaga dunia ini menuntut pemerintah Inggris untuk segera melakukan penyelidikan terkait klaim pembunuhan dan pelecehan oleh pasukannya di Irak dan meminta agar kerajaan itu tidak membuat undang-undang yang bisa memberikan kelonggaran bagi para tentara yang terlibat dalam kejahatan perang.

Sebuah laporan investigasi yang dirilis oleh Program Panorama BBC dan Sunday Times mengungkapkan bahwa pemerintah dan militer Inggris telah menutup-nutupi penyiksaan dan pembunuhan warga sipil oleh pasukan Inggris di Irak dan Afghanistan.

Laporan itu memuat pernyataan 11 detektif Inggris yang mengaku telah menemukan bukti kuat adanya kejahatan perang, yang mengharuskan para pasukan Inggris untuk diadili.

Para detektif itu adalah anggota Iraq Historic Allegations Team (IHAT) dan Operation Northmoor yang telah menyelidiki tuduhan-tuduhan kejahatan perang oleh pasukan Inggris di Irak dan Afghanistan.

Baca: PBB Tuding AS, Inggris, dan Prancis Terlibat Kejahatan Perang di Yaman

Salah seorang detektif menyebut kejahatan perang oleh para pasukan Inggris betul-betul mengecewakan. Dirinya menyebut tindakan itu sangat menjijikkan.

“Mereka benar-benar tidak diadili. Bagaimana Anda bisa mengaku sebagai orang Inggris?” ucap detektif itu mempertanyakan.

Detektif IHAT lainnya mencoba untuk menyebutkan kasus penembakan seorang polisi Irak, al-Mosawi, oleh pasukan Inggris saat melakukan patroli di Basrah pada 2003. Polisi itu ditembak saat berada di sebuah gang, usai meninggalkan rumahnya.

Meskipun al-Mosawi meninggal akibat tembakan tersebut, pengadilan militer tidak pernah menyeret siapa pun ke pengadilan. (fd/Sputnik)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*