Kilang Minyak RI Tak Kunjung Jadi, Apa Sebabnya?

0
6

Sumber: Okezone

Jakarta, LiputanIslam. Com—Presiden Joko Widodo akhir-akhir ini terus mengingatkan jajarannya agar mempercepat proses pembangunan kilang minyak yang tak memenuhi target.

Sejauh ini,  ada enam proyek kilang minyak yang ingin diloloskan oleh pemerintah.

1. RDMP Kilang Balik Papan.
Pembangunan kilang ini telah dimulai pada 2019 dan diharapkan selesai pada 2022 mendatang.

“Kilang baru di Balikpapan sudah mulai bikin, mudah-mudahan bisa selesai di 2022,” ujar Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin, Rabu (18/12/2019).

2. RDMP Kilang Balongan

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati pernah menjelaskan pembangunan Refinery Development Master Plan (RDMP)Balongan, menurutnya dikerjakan dengan skema yang cukup berbeda dengan sebelumnya.  Perbedaan skema ini akan mempercepat proses pembangunan.

“Jika sebelumnya tahap I selesai tahun 2023 dengan skema ini bisa di pertengahan 2022, lebih cepat 14 bulan atau 18 bulan,” kata Nicke

3. RDMP Kilang Cilacap

Proyek modifikasi kilang minyak Cilacap sebelumnya dijadwalkan rampung pada 2021. Namun belakangan pertamina mengatur ulang jadwalnya hingga 2023.

4. RDMP Dumai

RDMP Dumai dalam tahap negosiasi dengan partner dari Timur Tengah, namun Nicke pernah mengatakan bahwa proses co processing masih tetap jalan. Memang ke depannya kilang Dumai akan fokus untuk mengolah green BBM

5. RDMP Kilang Tuban

Sempat terganjal masalah lahan, kini proyek kilang Tuban mengalami kemajuan dan sedang proses pembayaran lahan.

Pertamina dan Rosneft bahkan telah menandatangani kontrak desain Kilang Tuban dengan kontraktor terpilih pada 28 Oktober kemarin.

“Saat ini telah dimulai pelaksanaan Basic Engineering Design (BED) dan Front End Engineering Design (FEED). Selain itu, telah dilakukan konstruksi fasilitas pendukung dan persiapan lahan restorasi sekitar 20 ha di pesisir pantai,” terangnya.

6. RDMP Kilang Bontang

Terkait kilang minyak Bontang, pihak Pertamina dengan OOG sudah menandatangani kemitraan pada Desember 2018. Izin prinsip lokasi dari Gubernur Kalimantan Timur sudah diterbitkan dan saat ini sedang dalam proses pelaksanaan studi dan review dokumen Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).

Presiden Joko Widodo ( Jokowi) secara gamblang menuding permainan mafia migas sebagai penyebab molornya sejumlah proyek kilang minyak di Indonesia. Sebutan mafia migas, kata Jokowi, merujuk pada aktor-aktor yang mengeruk keuntungan besar dari impor BBM.

Baca: ICMI Ajak Masyarakat Bijak Bermedsos

Dalam beberapa kesempatan, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga mengklaim sudah mengantongi nama-nama aktor yang bermain dalam importasi migas. “Saya ingatkan bolak-balik, kamu hati-hati. Saya ikuti kamu, jangan halangi orang ingin membikin batu bara jadi gas gara-gara kamu senang impor gas,” kata Jokowi saat Musyawarah RPJMN 2020-2014 di Istana Negara, Senin (16/12/2019). “Lah ini yang seneng impor, bukan saya cari. Sudah ketemu siapa yang seneng impor. Sudah ngerti saya,” tegasnya lagi.(Ay/cnbc/kompas)

DISKUSI:
SHARE THIS: