‘Kemenangan-kemenangan Delusif Israel’, dari Cyprus hingga Afrika

0
1290

LiputanIslam.com-Dua hari lalu, media-media Rezim Zionis, termasuk Times of Israel dan Kanal 12 Israel, menukil berita sebagai berikut:”Mossad telah menggagalkan serangan ke turis dan pebisnis Israel di Tanzania, Ghana, dan Senegal yang didalangi IRGC.”

Media-media ini menambahkan, para pelaku serangan ini dilatih di Lebanon dan dipekerjakan oleh IRGC.

Kita bisa memahami kenapa nama Iran dan Hizbullah harus disebut-sebut. Tujuannya adalah untuk ‘menyamai’ kemenangan-kemenangan Poros Resistansi yang telah memusnahkan mitos “Israel yang Tak Terkalahkan” untuk selamanya.

Saat ini, sebelum terlibat dalam perang apa pun dengan Poros Resistansi, Rezim Zionis mesti berhati-hati dan merancang rencananya dengan secermat mungkin.

Juga bisa dipahami kenapa rezim ini memburu kemenangan delusif agar bisa menebus kekalahan-kekalahannya di hadapan Poros Resistansi. Perang Pedang al-Quds adalah bukti terbaik atas klaim ini. Rezim Penjajah dalam perang ini dikalahkan oleh Gaza yang tengah diblokade. Tentara Israel, yang dahulu pernah ‘tak terkalahkan’, kini harus mengemis kepada Mesir demi gencatan senjata.

Juga lumrah jika Israel berusaha mendiskreditkan Poros Resistansi, terutama Iran dan Hizbullah. Rezim Zionis berusaha menuduh Poros Resistansi melakukan kejahatan-kejahatan seperti pembunuhan wanita dan anak-anak. Padahal kejahatan semacam ini adalah ciri khas Israel, yang lalu disebutnya sebagai ‘kemenangan.’

Yang tidak bisa dipahami dari berita ini adalah apa keuntungan politis yang didapat Iran dan Hizbullah dari membunuh warga biasa seperti turis dan pebisnis? Kenapa IRGC dan Hizbullah harus berlatih untuk membunuh warga biasa, sementara mereka bisa melakukannya dengan mudah tanpa perlu latihan? Kenapa Iran mesti melibatkan diri dengan tindakan serendah pembunuhan turis, yang justru akan memperburuk citranya di mata dunia?

Berita menggelikan ini mengingatkan kita kepada sebuah berita lain yang lebih konyol. Beberapa waktu lalu, Kantor PM Israel Naftali Bennett mengumumkan, Israel telah “menggagalkan usaha Iran untuk meneror milyarder Israel Teddy Sagi di Cyprus.”

Namun hanya beberapa jam kemudian, sejumlah laporan, termasuk dari Israel sendiri, menyatakan bahwa Sagi sudah diancam dengan teror sejak beberapa bulan sebelumnya, lantaran hutang-hutangnya kepada mitra dagangnya di Rusia.

Sagi adalah pendiri dua perusahaan judi. Baru-baru ini, ia berselisih paham dengan para mitra Rusia-nya terkait masalah keuangan.

Media-media Cyprus mengabarkan, polisi negara itu telah menangkap seorang warga Rusia. Awalnya, aparat keamanan Cyprus mengira ia dipekerjakan oleh Iran untuk menyerang warga Israel.

Namun setelah itu terungkap bahwa pemilik paspor Rusia itu adalah pembunuh bayaran yang disewa untuk membunuh Sagi.

Dengan demikian, terbongkar bahwa kesuksesan-kesuksesan Mossad di Cyprus dan Afrika tak lebih dari delusi dan khayalan belaka. (af/alalam)

Baca Juga:

Israel Bakal Kewalahan Hadapi Hizbullah di Perang Mendatang

Coba Dekati Area Latihan Perang, Sejumlah Pesawat AS Diusir Pasukan Iran

DISKUSI: