Jokowi Beri Grasi Koruptor, Wapres Tegaskan Pemerintah Tetap Komitmen Anti Korupsi

0
160

Jakarta, LiputanIslam.com — Meskipun Presiden Jokowi memberikan grasi kepada terdakwa kasus korupsi, mantan gubernur Riau Annas Maamun, namun Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan Pemerintah tetap menjunjung komitmen pemberantasan korupsi.

“Masalah grasi, masalah pemotongan (masa tahanan), itu saya kira proses hukum, proses peradilan yang berjalan. Tidak ada kaitannya dengan bahwa kita tidak memiliki komitmen kuat terhadap pemberantasan korupsi,” kata Wapres Ma’ruf di Kantor Wapres Jakarta, Rabu (4/12).

Wapres menegaskan pemberian grasi terhadap koruptor tidak bisa dianggap sebagai sikap Pemerintah yang tidak mendukung pemberantasan korupsi. Menurutnya pemberian grasi tersebut karena alasan kemanusiaan, sudah tua dan sakit-sakitan di dalam tahanan.

Baca juga: Ringankan Hukuman Koruptor, KPK Kecewa Putusan MA

Sementara, Presiden Joko Widodo buka suara soal pemberian grasi untuk Annas Maamun, dan menyatakan tidak semua grasi (pengurangan masa pidana) dikabulkan.

“Tidak semua yang diajukan kepada saya kita kabulkan. Coba dicek, berapa ratus yang mengajukan dalam 1 tahun yang dikabulkan berapa. Dicek betul,” kata Presiden Jokowi, di Istana Kepresidenan Bogor, Rabu (27/11).

“Kenapa (grasi) itu diberikan, karena memang dari pertimbangan MA seperti itu, pertimbangan yang kedua dari Menkopolhukam juga seperti itu diberikan, yang ketiga memang dari sisi kemanusiaan ini kan juga umurnya sudah uzur dan sakit-sakitan terus, sehingga dari kaca mata kemanusiaan diberikan,” kata Presiden pula.

Berdasarkan surat permohonan grasi yang disampaikan, Annas mengatakan mengidap berbagai penyakit sesuai keterangan dokter, yakni penyakit paru obstruktif kronis (PPOK/COPD akut), dispepsia syndrome (depresi), gastritis (lambung), hernia, dan sesak napas (membutuhkan pemakaian oksigen setiap hari).

“Tapi sekali lagi atas pertimbangan MA, dan itu adalah hak yang diberikan kepada Presiden dalam UUD,” ujar Presiden. (Ay/Antara)

DISKUSI: