Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Israel di Balik Layar Krisis Bendungan al-Nahda

Published 07/07/2021 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com-Mesir dan Sudan dikabarkan menentang tegas rencana Ethiopia untuk memulai tahap kedua pengisian air di bendungan al-Nahda. Sebab, hal ini bertentangan dengan kesepakatan awal antara tiga negara itu pada Maret 2015. tindakan Ethiopia ini juga dinilai melanggar hukum internasional tentang pemanfaatan perairan transperbatasan.

Menlu Mesir Sameh Shoukry dan Menlu Sudan Mariam al-Mahdi dalam pertemuan di New York Selasa (6/7) menyinggung tindakan berbahaya Ethiopia ini. Mereka menyatakan, hal ini menunjukkan niat buruk Ethiopia yang tidak mengindahkan dampak negatif dan kerugian Mesir serta Sudan.

Pertemuan Shoukry dan al-Mahdi merupakan kelanjutan koordinasi antara kedua negara terkait perkembangan terbaru masalah bendungan al-Nahda. Pertemuan ini juga dalam rangka persiapan untuk rapat Dewan Keamanan PBB, yang rencananya diadakan Kamis besok atas permintaan Sudan dan Mesir.

Sesuai statemen Kemenlu Mesir, Menlu Mesir dan Sudan menyepakati kelanjutan kontak dan pembicaraan dengan negara-negara anggota Dewan Keamanan. Tujuannya adalah agar negara-negara itu mendukung sikap Mesir dan Sudan untuk mencapai kesepakatan mengikat terkait pengisian air bendungan al-Nahda; kesepakatan yang menjaga kepentingan tiga negara dan memenuhi hak negara-negara yang dilintasi sungai Nil.

Ethiopia bersikeras memulai pengisian air al-Nahda, sementara Mesir dan Sudan bersiteguh untuk membuat kesepakatan tiga pihak terlebih dahulu yang menentukan jatah tahunan dari sungai Nil.

Media-media Mesir memperingatkan, tindakan Ethiopia adalah langkah yang memicu ketegangan dan ibarat deklarasi perang terhadap Mesir dan Sudan.

Siapa yang Diuntungkan oleh Perseteruan Ini?

AS dan Israel berada di balik problem-problem yang dihadapi negara-negara Kawasan. Apalagi air adalah masalah yang sangat vital bagi Rezim Zionis, hingga bisa dibayangkan bahwa masalah air adalah salah satu titik lemah permanen Israel. Sebab, tidak ada solusi untuk itu kecuali menguasai sebagian dari sungai Nil atau Eufrat.

Israel berkali-kali berusaha menekan Mesir untuk melaksanakan proyek pemindahan air Nil hingga Tanah Pendudukan melalui Sina. Pada tahun 2002, Israel meneken kesepakatan dengan Turki untuk impor air minum, namun tidak sampai ke tahap eksekusi. Kini, kehadiran Tel Aviv dalam kasus bendungan al-Nahda dan partipasi perusahaan-perusahaan Israel dalam proyek-proyek mendatang, termasuk ekspor energi listrik Ethiopia ke Israel adalah sesuatu yang bisa diprediksi.

Sikap keras kepala Ethiopia menunjukkan bahwa negara ini tidak menginginkan p[enyelesaian masalah ini, baik di Dewan Keamanan atau selainnya. Sebelum kini, Israel telah meneken sejumlah kesepakatan dengan Ethiopia terkait proyek air di danau Tana antara tahun 1990 dan 1996.

Israel berusaha untuk mendapatkan jatah dari Nil. Hal ini terungkap jelas dalam lawatan Benyamin Netanyahu di tahun 2016. Secara terang-terangan ia berkata bahwa “Israel akan membantuk Ethiopia untuk memulihkan dan meningkatkan jatahnya dari sungai Nil.”

Dengan demikian, peran Israel dalam kasus bendungan al-Nahda sudah mulai terbongkar. Peran Tel Aviv kian terkuak dengan melihat statemen Jubir Menlu Ethiopia Dina Mufti. Ia mengatakan, negaranya mungkin akan menjual energi listrik dan kelebihan jatah air ke pihak mana pun, “termasuk Israel.” (af/alalam)

Baca Juga:

5 Mata-mata Badan Intelijen Inggris Dijatuhi Hukuman Mati di Yaman

Ilmuwan Australia Diintimidasi untuk Dukung Versi Barat Soal Asal Covid-19

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account