Israel dan Bom Waktu Rencana Aneksasi Tepi Barat

0
240

LiputanIslam.com –  Sebuah dokumen rahasia telah diungkap seputar pola dan kesiapan badan-badan keamanan Rezim Zionis Israel dalam mengantisipasi dampak rencana aneksasi Israel atas beberapa bagian Tepi Barat pada bulan depan.

Channel 12 milik Israel mengutip keterangan sumber-sumber politik papan atas di Tel Aviv bahwa sebuah dokumen rahasia bertajuk “Fajar Pegunungan” telah didiskusikan pada pekan lalu dalam forum di mana dua lembaga militer Israel yang masing-masing bernama Administrasi Sipil dan Shin Bet membahas langkah-langkah pencegahan kekacauan  serta kesiapan menghadapi eskalasi di berbagai front.

Menurut sumber-sumber itu, diskusi itu memaparkan semua skenario, mulai dari upaya mempertahankan kondisi yang ada sekarang hingga upaya menghadapi gelombang konfrontasi yang dipicu oleh serangan-serangan personal yang menjurus pada intifada total.

Dokumen itu juga mengulas pengaruh aneksi itu terhadap Gaza dan Yordania; bagaimana reaksi Raja Abdullah II sesuai Perjanjian Gas dan Pengurangan Koordinasi Keamanan; dan bagaimana jika Hamas juga terlibat dalam konfrontasi dengan melancarkan operasi serangan Israel (Palestina Pendudukan 1948) selatan hingga berusaha mendominai keadaan di Tepi Barat, sebagaimana dilaporkan Channel 12 yang dikutip oleh kantor berita Palestina, Maan.

Para pejabat militer Israel memperingatkan bahwa aneksasi bagian-bagian di Tepi Barat akan memicu ledakan situasi keamanan di Gaza. Menurut para pejabat keamanan Israel, potensi eskalasi di Jalur Gaza bahkan lebih tinggi daripada Tepi Barat, mengingat adanya faksi-faksi pejuang Hamas dan Jihad Islam yang dikenal sangat militan di kawasan tersebut.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam berbagai kesempatan menyatakan bahwa pemerintahannya menghendaki dimulainya proses pencaplokan yang mencakup 30% wilayah Tepi Barat pada bulan Juli mendatang sesuai Perjanjian Abad ini yang digadang-gadang oleh Amerika Serikat.

Selain itu, sumber-sumber militer Israel memperingatkan bahwa aneksasi daerah-daerah di Tepi Barat akan mengakhiri proses penyelesaian dengan Hamas dan mengarah pada eskalasi keamanan di Jalur Gaza. Mereka mengklaim bahwa ketika para politisi menyorot Tepi Barat, kemungkinan kekacauan keamanan di Jalur Gaza dalam waktu dekat menjadi sangat tinggi.

Menurut analis urusan militer Amir Bohbout di situs berita berbahasa Ibrani WALLA, status proses penyelesaian yang sudah terhenti selama beberapa bulan meningkatkan tekanan pada Hamas pimpinan Yahya Sinwar, yang berharap mendapat imbalan ekonomi atas kesediaannya mengendalikan “aksi teror”, demonstrasi dan pelepasan balon berbahan peledak.

WALLA menyebutkan bahwa sumber-sumber militer itu di depan Menteri Keamanan, Benny Gantz, memperkirakan situasi di Gaza sangat fluktuatif dan rawan terjadi peluncuran roket dan kembalinya kekerasan di sekitar pagar perbatasan, sebagai bentuk penolakan tegas  terhadap aneksasi sekaligus upaya meggembosi kedudukan Otoritas Palestina, yang sejauh ini hanya mengambil langkah politik melawan Israel serta menghentikan keamanan dan koordinasi sipil. Sumber-sumber itu menyatakan bahwa Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendapat penentangan sengit.

Sumber-sumber di lembaga keamanan Israel juga khawatir terhadap perilaku gerakan Jihad Islam, dan memperkirakannya akan menggalang operasi serangan terhadap Israel sebagai reaksi terhadap aneksasi, sekalipun tanpa persetujuan dari pimpinan mereka di Damaskus.

Baca: Pertama Kali, Saudi Resmi Akui Kerjasamanya dengan Israel

Walla menyebutkan bahwa badan keamanan Israel telah melakukan diskusi mendalam pada tiga pekan lalu dengan partisipasi komandan militer, Divisi Intelijen, Komando Selatan, Shin Bet, dan Mossad, ihwal perkembangan kekuatan dan persenjataan Hamas dalam beberapa tahun terakhir.  Badan keamanan Israel memperlihatkan gambaran suram dan mengingatkan bahwa ketika Israel menikmati kondisi yang relatif tenang di sepanjang perbatasan, Hamas justru menggunakannya sebagai kesempatan untuk melatih pasukan dan mengembangkan arsenalnya.

Baca: Hamas Kecam UEA Karena “Bangga” Menyalahkan Resistensi Palestina

Sumber-sumber intelijen Israel dalam diskusi itu mengulas upaya Hamas mengembangkan dan memproduksi roket, peluncur roket,  dan drone, termasuk dengan melakukan eksperimen di atas laut untuk meningkatkan jangkauan, akurasi, dan kaliber hulu ledak. Selain itu, Hamas juga mengupayakan penyelundupan peralatan tempur dan amunisi melalui perbatasan Gaza-Mesir serta pengembangan terowongan pertahanan yang juga akan diandalkan jika Israel menyerbu wilayah-wilayah pendudukan.

Komandan Operasi Selatan, Jenderal Herzi Halevi, menurut Walla, dalam beberapa bulan terakhir ini telah mencanangkan serangkaian tindakan, termasuk rencana, pelatihan, persiapan daerah perbatasan, bank sasaran, dan penguatan kerjasama antara militer dan Shin Bet demi  kesiapan para komandan regional dan Divisi Gaza menghadapi eskalasi ketegangan dan kekacauan situasi secara bertahap. (mm/raialyoum)

DISKUSI: