Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Drama Rekonsiliasi Saudi-Qatar dalam KTT GCC

Published 07/01/2021 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE

Teheran, LiputanIslam.com –  Beberapa pentolan negara-negara Arab yang tergabung dalam Dewan Kerjasama Teluk (GCC) telah mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di kota Al-Ula, Arab Saudi, Selasa 5 Januari 2021.

Bagi pemerhati yang mencermati mimik wajah mereka yang berpartisipasi dalam pertemuan rekonsiliasi Arab Saudi-Qatar itu tak sulit untuk menangkap indikasi ketertekanan dan kebingunan mereka, apalagi pertemuan itu sama sekali tak menghadirkan suasana selebrasi atas apa yang seharusnya dipandang sebagai “prestasi besar”. Penandatanganan deklarasi KTT juga kosong dari nuansa greget dan animo, dan sebagian orang bahkan memilih segera meninggalkan aula pertemuan segera setelah penandatanganan.

Adalah Jared Kushner, menantu dan penasehat Presiden Amerika Serikat (AS), orang yang terdepan dalam panorama baru GCC tersebut. Dia mengikuti semua detailnya, baik melalui telefon sebelum tiba di Saudi maupun di balik layar KTT menjelang penyelenggaraannya. Hal ini menunjukkan bahwa pertemuan itu dirancang dan diumumkan secara tergesa-gesa hasil dikte AS dalam rangka tekanan atau bahkan mungkin agresi dan perang terhadap Iran yang tentunya akan memanggang kawasan Teluk Persia dan Timur Tengah secara umum.

Aksi saling peluk secara tiba-tiba antara Saudi dan Qatar setelah sekian lama bersiteru, itupun di depan kamera, tidak akan berarti sikap saling memaafkan dan melupakan persiteruan dan tindakan saling hujat selama tiga tahun sebelumnya. Urusan permusuhan dan persaingan antarkabilah Arab sudah memiliki watak tersendiri sejak sekian abad silam sehingga tak semudah itu memudar.

Capaian yang paling menonjol dalam KTT itu ialah pembukaan segera zona udara serta perbatasan darat dan laut Saudi-Qatar, dan ini tak lain adalah hasil kehendak AS semata. Trump yang dalam beberapa hari ini berperilaku seperti banteng babak belur tak dapat mengobarkan perang terhadap Iran jika zona udara dan perbatasan antaranegara yang akan menjadi ajang perang tertutup.

Adalah fakta bahwa AS dalam semua periodenya, baik di tangan Republikan maupun Demokrat, bukanlah negara yang bersimpati kepada persatuan Arab. Sebaliknya, AS tak henti-hentinya menebar benih perselisihan, perpecahan, dan perang di antara mereka demi menggelamkan mereka ke dalam genangan darah. Irak, Libya, Yaman, dan Suriah adalah buktinya yang paling nyata.

Karena itu, rekonsiliasi dan kerukunan antara mereka lebih merupakan opsi terakhir bagi AS, terutama ketika Trump sedang depresi menjalani hari-hari terakhirnya di Gedung Putih akibat badai tekanan yang menimpanya dari semua arah di mana yang terbaru di antaranya ialah kehilangan status partainya sebagai mayoritas di Senat setelah dia kalah pilpres.

Bisa jadi ada benarnya asumsi sebagai orang bahwa pihak-pihak yang bertikai di Teluk sudah mulai jenuh setelah mendekati tahun keempat. Hanya saja, rekonsiliasi dengan cara demikian tidaklah wajar sehingga bukan tak mungkin kesepakatan Al-Ula hanyalah semacam gencatan senjata, entah untuk jangka panjang atau jangka pendek.

Pengkondisian suasana melalui tatap muka langsung merupakan cara paling praktis menuju rekonsoliasi, padahal dalam kesempatan itu tak terlihat bagaimana nanti praktiknya dalam penyelesaian persiteruan antara keduanya. Adegan saling peluk semata di depan kamera televisi tidak otomatis mencerminkan bahwa mereka akan segera dapat menggulung berbagai persoalan dan menyembuhkan luka serius antara keduanya.

KTT Al-Ula dengan semua capaiannya itu memang tergolong unik, namun dapat dipastikan bukan sebatas urusan kedaualatan di kawasan Teluk. Betapa tidak, di saat AS sendiri sedang mendidih dan bergolak, Kushner malah sedemikian peduli kepada urusan rekonsiliasi di Teluk Persia, dan seakan meremehkan tantangan tersengit yang dialami kubunya sepanjang sejarahnya.

Trump telah memangkas masa liburannya dan kembali ke Gedung Putih, dan kemudian seorang teman dekatnya menulis di Twitter bahwa sesuatu yang besar akan terjadi pada Januari ini, dan bahwa Trump tidak akan pergi tanpa pertarungan yang akan berlarut-larut. Karena itu, wajar jika ada kekhawatiran terhadap kemungkinan tindakan konyol Trump yang menjurus pada perang dan pertumpahan darah. (mm/raialyoum)

Baca juga:

Iran Kecam Deklarasi KTT Dewan Kerjasama Teluk di Saudi

Ansarullah Yaman Sambut Baik Pemulihan Hubungan Saudi-Qatar

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

IRGC Berlatih Tempur di Teluk Persia

By Muhammad
Timur Tengah

Jenderal Iran: AS Harus Siapkan Barisan Peti Mayat Tentaranya Jika Nekat Bertindak Bodoh

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Dikabarkan akan Segera Terima Rudal Jelajah Supersonik dari Tiongkok

By Muhammad
Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account