Desain Ibu Kota Baru Terungkap: Ini Penjelasan Menteri Basuki

0
154

Sumber: Sinar Harapan

Jakarta, LiputanIslam. Com—Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan penjurian desain Ibu Kota Negara baru dilakukan dengan melibatkan akademisi, praktisi hingga seniman. Saat ini ada 5 desain yang sudah dipamerkan kepada Presiden Joko Widodo.

Selanjutnya dewan juri akan menentukan 3 desain pada 23 Desember 2019 untuk kemudian saling berkolaborasi. Saat ini, dewan juri masih dalam penilaian.

“Desain mereka tentu ada plus minus. Nanti yang baik-baik itu digabung jadi lebih baik,” kata Basuki di Jakarta, Sabtu (21/12/2019).

Selanjutnya, para desainer yang berhasil lolos seleksi akan diajak langsung ke lokasi tempat dibangunnya Ibu Kota masa depan Indonesia.

“Kita ajak ke lapangan setelah Januari, dua hari di sana agar bisa menyesuaikan dengan kondisi di lapangan, kemudian final, apakah perlu diimprove dengan arsitek luar, kita ingin yang terbaik. Yang penting sudah ada akar Indonesianya,” ujar Basuki.

Baca: Senin, Pemerintah Umumkan Desain Ibukota Baru

Menurutnya, ada banyak filosofi dalam desain yang dilombakan. Namun, secara umum, desain harus memasukan konsep Ibu Kota Negara sebagai smart city, memperhatikan aspek lingkungan, menggambarkan kearifan lokal dan Indonesia ke depan.

“Mereka filosofinya macam-macam. Yang satu benua rimba nusantara, pendekatannya air dan hutan. Lalu ada berdasarkan anyaman karena kontur tempatnya. Ya, seperti seniman,” kata Basuki.

Meski begitu, banyak pihak menilai ide Jokowi terkait Ibu Kota baru kurang realistis.

Menurut pengajar Ilmu Tata Kota Universitas Trisakti Nirwono Joga, janji Jokowi terkait ibu kota baru sulit untuk diwujudkan.

Komentarnya ini didasarkan atas dua pertimbangan. Pertama, kondisi di lapangan dan kedua tenggat waktu yang diberikan sudah sangat dekat.

“Konsep Green dan Smart City iti sulit terwujud. Terlihat dari kendala di
lapangan yang sulit diselesaikan . Apalagi tenggat waktu pembangunan sudah semakin dekat, ” kata Nirwono. (Fd/Cnbc/Tirto)

DISKUSI: