Corona, Hadiah Saudi untuk Yaman

0
3576

Sanaa,LiputanIslam.com-Saat koalisi Saudi mengumumkan gencatan senjata, dengan dalih kekhawatiran atas penyebaran Corona di tengah warga Yaman, Muhammad al-Bukhayti (anggota Dewan Politik Ansharullah) menyatakan, pemantauan kontak antara perwira koalisi dengan para anteknya mengungkap rencana mereka untuk menyebarkan virus di negara tersebut.

Gencatan senjata yang diklaim Saudi, bukan hanya tidak dijalankan, tapi justru menambah intesitas serangan ke sumur-sumur minyak Yaman.

Pada hakikatnya, pengumuman gencatan senjata sepihak selama 2 pekan hanya untuk mengelabui media-media. Tindakan Martin Griffiths (utusan PBB) yang menyambut baik gencatan senjata, namun tanpa menyinggung blokade Yaman, adalah untuk menutup-nutupi kebohongan agresor.

Seiring jatuhnya al-Jawf dan kian dekatnya kejatuhan Ma’rib, Saudi telah menelan kerugian besar. Sebab itu, sama seperti 5 tahun lalu, koalisi Saudi menggunakan penyakit, dalam hal ini Corona, untuk membunuhi warga Yaman.

Di manakah gencatan senjata Saudi saat penyakit malaria menghantui nyawa warga Yaman? Di manakah Pelayan Haramain saat anak-anak Yaman meregang nyawa karena kelaparan? Di manakah keislaman Saudi saat membombardir warga Yaman yang tengah berpuasa pada 2015 lalu?

Gencatan senjata abal-abal Saudi membongkar kedok agresor Saudi yang menampakkan diri mereka sebagai manusia. Perang Yaman adalah perang kejam yang telah menghancurkan segalanya di negeri Arab Muslim yang meski miskin, namun memiliki sumber daya manusia pemberani dan tak kenal menyerah.

Gencatan senjata besar harus diwujudkan dan blokade biadab atas bangsa Yaman harus diakhiri. Bukan itu saja, tapi pasukan agresor juga harus merekonstruksi semua yang sudah mereka hancurkan selama perang. Sehingga bangsa Yaman bisa hidup dalam keamanan sebagaimana bangsa-bangsa lain. Ini merupakan syarat adil dan legal untuk sebuah gencatan senjata hakiki. Jika tidak, tak ada kedamaian dan keamanan bagi siapa pun. (af/alalam)

Baca Juga:

Jika Yaman Terpapar Corona, 90 Persen Warga akan Terinfeksi

Ansharullah: Kami Sanggup Menghantam Titik Mana Pun di Israel

DISKUSI: