Bashar Assad Ungkap Dua Cara Singkirkan Pasukan AS dari Suriah

0
146

Sumber: Sputnik

Damaskus,LiputanIslam.com—Meskipun Presiden Donald Trump telah memproklamirkan akan menarik seluruh pasukannya dari Suriah, kenyataannya masih ada sedikit pasukan yang disiagakan di sekitar ladang minyak negara itu. Hal ini mendapat kecaman keras dari pemerintah Damaskus dan menyebut tindakan AS sebagai ilegal. Pasalnya, kehadiran militer AS di Suriah tidak mendapatkan izin dari pemerintah dan tidak mendapatkan mandat dari PBB.

Dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi Cina, Phoenix Television, Presiden Suriah Bashar al-Assad mengungkap dua hal yang harus dilakukan agar pasukan Amerika benar-benar hengkang dari Suriah secara total.

Pertama, semua kelompok teroris yang mendekam di wilayah Suriah harus dilenyapkan. Sebab, Amerika mengklaim kehadirannya di Suriah adalah untuk melawan kelompok teroris. Kedua, pemerintah Suriah harus bisa meyakinkan koalisi Amerika di Suriah, terutama orang-orang Kurdi, untuk bergabung dengan pemerintah Suriah.

“Kelompok-kelompok ini harus diyakinkan dengan berbagai cara, khususnya dialog, untuk kepentingan Suriah. Mereka bisa berbuat untuk tanah air dan bekerjasama dengan pemerintah Suriah untuk membebaskan semua wilayah dari teroris,” ucap Bashar al-Assad seperti dikutip dari Sputnik, (16/12).

Presiden Suriah meyakini jika dua tujuan ini berhasil diwujudkan, Amerika tak akan lagi memiliki harapan untuk tetap di Suriah. Sebab, mereka harus menghadapi perlawanan dari rakyat Suriah.

“Amerika pasti akan pergi,” Tegas Assad menyimpulkan.

Baca: AS Terus Kirim Pasukannya ke Ladang Minyak Suriah

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah menegaskan untuk menyisakan sebagian pasukannya di sekitar ladang minyak Suriah. Hal ini dilakukan, seperti klaim Trump, untuk menghindari jatuhnya ladang minyak Suriah ke tangan kelompok teroris. (fd/Sputnik)

DISKUSI: