AS Kehilangan Opsi-opsi di Yaman, Pembebasan Ma’rib adalah Keniscayaan

0
1674

LiputanIslam.com-Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, dalam lawatan ke Saudi membawa pesan gamblang bersama dirinya. Ia berkata kepada Riyadh,”Sudah tiba saatnya kalian mencapai kesepakatan dengan Sanaa demi mencegah Tentara dan Komite Rakyat Yaman menguasai Ma’rib.”

Pertanyaan yang mengemuka di sini adalah kenapa AS mencemaskan jatuhnya Ma’rib ke tangan Sanaa? Untuk apa ia terlibat langsung untuk mengendalikan perang ini?

AS memandang pembebasan Ma’rib bukan hanya dari sisi geografi kemiliterannya saja. AS juga menilai hal ini mendatangkan dampak-dampak besar atas strateginya di utara dan selatan Yaman.

Berikut adalah dampak-dampak pembebasan Ma’rib:

  • Jatuhnya Ma’rib ke tangan Sanaa akan membantu Pemerintah Keselamatan Nasional Yaman mendapatkan sumber-sumber devisa.
  • Membantu menstabilkan bantuan minyak dan gas, yang akan memperlemah blokade AS dan Saudi atas Yaman.
  • Memulihkan kondisi ekonomi di kawasan-kawasan yang dikuasai Pemerintah Sanaa.
  • Memperkuat kemandirian politik Yaman agar negara ini bisa keluar dari pengaruh Saudi.
  • Pembebasan Provinsi Shabwah yang berada di dekat Laut Alrab dan kaya dengan sumber-sumber minyak serta gas akan menjadi kian mudah. Shabwah memiliki infrastruktur transportasi dan ekspor minyak-gas. Provinsi ini juga disebut sebagai sumber terbesar ekspor gas cair di Yaman.
  • Pelabuhan Bir Ali akan semakin mudah dikuasai oleh Sanaa. Pelabuhan ini berada di dekat pelabuhan Balhaf dan juga digunakan untuk mengekspor minyak Shabwah. Pelabuhan ini merupakan titi akses jalur pipa Shabwah-Bir Ali.
  • Pembebasan timur Yaman sepenuhnya juga akan menjadi mudah.
  • Pembebasan Ma’rib akan menempatkan kelompok-kelompok separatis Aden di posisi sulit. Sebab, Tentara Yaman akan menguasai sejumlah titik di Shabwah dari jalur ini. Dengan demikian, Sanaa bisa mengambil alih kendali sumber-sumber migas di provinsi ini. Hal ini akan membuat kelompok-kelompok separatis di Aden akan kehilangan pemasukan.
  • Pembebasan Shabwah akan membuat Pemerintah Sanaa leluasa mengawasi Laut Arab dan Samudera Hindia, yang merupakan jalur maritim perdagangan dan militer internasional.
  • Meletusnya konflik antara Riyadh dan Abu Dhabi serta antek-antek mereka lantaran berkurangnya luas geografis wilayah yang dikuasai Pemerintahan Mansour Hadi, yang akan dikembalikan Saudi ke Aden.

Di lain pihak, opsi-opsi yang dimiliki AS, Saudi, dan UEA juga terus berkurang. Sebab itu, hanya ada dua opsi yang tersisa bagi Washington.

Pertama adalah membiarkan Ma’rib dan ladang minyak Safir dibebaskan. Sebagai imbalannya, AS meminta Sanaa untuk menghentikan operasi dan melakukan perundingan damai untuk membagi-bagi Yaman.

Kedua adalah tidak membiarkan Ma’rib dibebaskan oleh Sanaa. Jika begitu, ada 4 kemungkinan:

  1. Usaha untuk menebusnya dengan menyerang al-Hudaydah dan mengambil alih kendali provinsi tersebut. Tentu langkah ini membutuhkan banyak sumber daya manusia, finansial, dan energi, yang saat ini belum tersedia.
  2. Intervensi langsung dengan senjata-senjata udara AS untuk menghalangi gerak maju Tentara Yaman ke arah Ma’rib dan Safir. Namun harus diingat bahwa tindakan ini akan menempatkan pangkalan-pangkalan militer AS di Saudi dalam bidikan rudal-rudal Yaman.
  3. Menyibukkan Tentara Yaman dengan perang saudara di Ma’rib melalui jalur kontak militer dan sipil, dengan menggunakan anasir al-Qaeda dan kelompok ekstremis lain. AS dan Saudi telah menggunakan cara ini di kawasan-kawasan lain. Namun hasilnya adalah kabur dan mundurnya kelompok-kelompok takfiri itu.
  4. Menawarkan kesepakatan untuk menghentikan serangan ke Ma’rib dan mencabut blokade sebagai imbalannya. Namun opsi ini akan terlihat seperti sebuah muslihat belaka, karena Sanaa akan menganggap Koalisi Saudi menggunakan cara ini demi mengubah formasi militernya di Ma’ Sanaa sudah mengetahui rencana ini dan tidak bakal menerimanya. Yang dikehendaki Sanaa adalah pencabutan blokade Ma’rib sepenuhnya.

Dengan melihat opsi-opsi di atas, kita bisa memahami motif upaya diplomatik AS dan masyarakat internasional dalam kasus Yaman. Satu-satunya tujuan mereka adalah persatuan front di Aden dalam rangka membagi-bagi kawasan yang dikuasai Koalisi Saudi ke beberapa wilayah federal.

Berdasarkan proyek ini, tiap wilayah akan dikelola oleh pemain lokal yang berpengaruh di sana. Pemerintahan Hadi juga akan bermarkas di Aden. Hasilnya, akan terjadi kesepakatan yang menetapkan Sanaa di tempatnya dan di sisi lain, memecah belah Yaman sebagaimana kehendak AS.

Semua ini adalah upaya untuk mencegah pembebasan Ma’rib oleh Tentara Yaman, atau setidaknya memperlambat laju mereka. Namun kemenangan beruntun yang diperoleh Tentara Yaman akan membuat semua upaya ini sia-sia. Dengan kian dekatnya pembebasan Ma’rib, Tentara Sanaa telah membuat opsi-opsi AS kian berkurang. (af/alalam)

Baca Juga:

Pasukan Ansarullah Yaman Dekati Kota Ma’rib Sejarak 10 Kilometer

Partai-Partai Yaman Salahkan Saudi dan Rezim Hadi atas Kekalahan dalam Perang di Ma’rib

DISKUSI: