Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Fokus

Apa yang Mesti Dipahami Bin Salman dari Kekuatan Yaman?

Published 24/06/2020 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com-Banyak orang tahu, dan hanya sedikit yang mengakui, bahwa Koalisi Saudi sudah kalah sejak pekan-pekan pertama agresi mereka.

Ketika engkau memulai perang dan mengklaim dirimu sebagai pihak terkuat dalam perang tersebut, namun engkau tak bisa meraih kemajuan di pekan-pekan pertama perang, berarti kau sudah kalah dalam perang.

Inilah yang bisa dikatakan tentang perang di Yaman yang dimulai lebih dari 5 tahun lalu, tapi tak membawa hasil apa pun bagi penyulutnya. Padahal dalang perang ini sudah menghabiskan milyaran dolar untuk melengkapi pasukannya dengan berbagai senjata modern.

Dalam bahasa, “preventif” berarti menghentikan sesuatu dan mencegah kelanjutannya. Makna ini sesuai dengan respons bangsa Yaman terhadap agresi Koalisi pada tahun pertama dan kedua.

Namun akhir-akhir ini, terutama dalam 2 tahun terakhir, kinerja militer Yaman telah melampaui kata “preventif.” Sebab, serangan militer mereka mencakup serangan udara ke bandara Abu Dhabi, perusahaan Aramco, dan yang terbaru, peluncuran rudal Quds dan Dzulfiqar ke utara Riyadh.

Perkembangan dalam kemampuan tempur Yaman ini memiliki makna-makna militer dan refleksi politis tersendiri.

Di Medan Perang

Dengan mengakui hantaman rudal Yaman ke sejumlah kawasan di Saudi, berarti Riyadh mengakui Operasi Preventif IV Yaman. Meski Otoritas Saudi berusaha mengesankannya sebagai hal remeh, namun hasilnya justru akan berbalik. Sebab, ketika rudal buatan Yaman bisa melenggang hingga ibu kota Saudi tanpa ada halangan, operasi tersebut layak dilabeli “kesuksesan besar dalam mematahkan kekuatan militer mahal Saudi.”

Mungkin sebagian orang, demi menghibur diri, akan mengatakan bahwa itu terjadi karena sistem pertahanan AS tidak menghadang rudal-rudal Yaman. Namun pertanyaan utama di sini adalah: kenapa rudal-rudal Yaman ‘dibiarkan’ melenggang hingga Riyadh, padahal bisa dihadang sistem pertahanan AS? Jika memang begitu, lalu di manakah sistem-sistem pertahanan Riyadh, dan semua alat serta radar yang dibelinya dari Israel?

Di Kancah Politik

Jelas bahwa tak satu pun sekutu Bin Salman yang bersedia menyertainya dalam melanjutkan agresi ke Yaman.

UEA sudah beberapa bulan mundur dari permainan ini. Kini Abu Dhabi memfokuskan upaya untuk menjaga capaiannya di selatan Yaman, terutama di Aden dan pulau Socotra. Para panglima perang dari berbagai negara, yang di awal agresi berfoto bersama untuk propaganda militer Saudi, sudah lama tak terdengar kabarnya.

Terkait AS, Bin Salman juga telah menghabiskan ‘depositonya’ di Pemerintahan Donald Trump. Awalnya, dana sebesar 450 milyar dolar yang diberikan Bin Salman ke Trump saat berkunjung ke Riyadh, akan digunakan untuk mendukungnya bertakhta di singgasana Saudi. Namun, Bin Salman sudah keburu menghabiskannya untuk membeli dukungan Trump saat ia menangkapi puluhan pangeran dan membunuh Jamal Khashoggi.

Setelah itu, Bin Salman juga melakukan kekeliruan lain, yaitu dengan meningkatkan produksi minyak Saudi beberapa bulan lalu. Ini membuat Trump marah besar, sampai-sampai Bin Salman terpaksa mengusir stafnya keluar dari ruangan agar mereka tidak mendengar suara amarah Trump saat meneleponnya.

Orang bilang, “mengakui kekeliruan adalah sebuah keistimewaan.” Setelah Operasi Preventif IV Yaman kemarin, tampaknya tidak ada lagi banyak opsi di meja Saudi. Bisa jadi, dalam waktu dekat Bin Salman akan mendengar saran dari majikan AS-nya, juga para sekutunya, agar “sebaiknya ia mengakui kekalahan.”

Hossein Mousavi (af/alalam)

Baca Juga:

Analis Yaman: Houthi Telah Mempermalukan Saudi di Mata Dunia

Ansharullah: Ekonomi Saudi Bisa Selamat dengan Mengakhiri Koalisi Agresi ke Yaman

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Fokus

Rudal Iran Sayyad-3G, Lompatan Besar Pertahanan Udara AL Iran

By Muhammad
Fokus

Konflik Teheran-Washington Pasca Unjuk Rasa Akbar Pendukung Pemerintah Iran

By Muhammad
Fokus

Kubu Pro-Saudi di Yaman Isyaratkan akan Bersekutu dengan Ansarullah, Ada Apa?

By Muhammad
Fokus

Jurnalis Atwan Menjawab Mengapa Iran Tiba-Tiba Membongkar Rahasia di Balik Perang 12 Hari

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account