Alasan Kenapa Interpelasi Trump Tak Perlu Disambut Gembira

0
113

Presiden AS, Donald Trump. Sumber: BBC

Teheran,LiputanIslam.com-Setelah proses yang berlangsung berbulan-bulan, akhirnya interpelasi terhadap Donald Trump disahkan oleh majelis perwakilan AS pada Rabu malam (18/12) waktu setempat. Setelah ini, berkas interpelasi akan dibawa ke Senat AS.

Sejak dimulainya pembahasan interpelasi, hasil semacam ini (pengesahan interpelasi) sudah bisa diprediksi. Tentu dengan melihat posisi mayoritas Republik di Senat AS, hasil pembahasan interpelasi juga sama-sama bisa diramalkan. Dengan kata lain, semua hiruk pikuk ini tidak berarti apa pun.

Dengan melihat kebijakan-kebijakan luar negeri Trump dalam tiga tahun terakhir, ada sejumlah kasus yang membuatnya layak diinterpelasi. Ada pula banyak kebijakan yang bisa membuat Trump dituduh telah menyalahgunakan kekuasaan. Namun tindakan Kongres AS menunjukkan bahwa di negeri Paman Sam, hal-hal terkait presiden yang bisa menarik perhatian dan dijadikan prioritas, semata-mata hanya yang berkaitan dengan rivalitas antarpartai, bukan yang berhubungan dengan kemanusiaan, HAM, kejahatan perang, atau sejenisnya.

Interpelasi Trump tak perlu disambut gembira, karena ini berarti bahwa kebijakan-kebijakan Trump yang lain, terutama yang berkaitan dengan negara-negara lain, dianggap “tidak bermasalah.” Dukungan tersirat ini bermakna bahwa dalam sisa setahun dari pemerintahan Trump, kebijakan-kebijakan luar negeri AS, terutama di Timur Tengah, akan diimplementasikan lebih keras dari sebelumnya. Trump akan membalas dendam atas perlakuan Demokrat terhadap dirinya di kancah-kancah selain dalam negeri AS.

Hingga saat ini, senjata bernama interpelasi telah mencatatkan skor 1-0 untuk Demokrat. Namun jajak pendapat terbaru di AS menunjukkan bertambahnya persentasi dukungan untuk Trump. Ini jelas akan menyulitkan tugas Demokrat. Kita harus menunggu apa program Demokrat selanjutnya untuk mencegah Trump kembali menempati Gedung Putih. (af/alalam)

Baca Juga:

Interpelasi Trump Disahkan, Ini Respon Gedung Putih

Militer AS Kembali Tempati Sembilan Pangkalan di Suriah

DISKUSI: