Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Ruang Terorisme di Bumi Indonesia

Published 10/05/2018 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE
sumber: okezone.com

Otong Sulaeman

LiputanIslam.com –Rakyat dan bangsa Indonesia kembali berduka akibat aksi para teroris. Lima personel polisi gugur saat menjalankan tugasnya. Mereka disandera oleh 156 narapidana teroris di Rutan Salemba (Komplek Mako Brimob), lalu dibunuh dengan cara-cara sadis khas kaum barbar teroris: disiksa, disayat, ditusuk, dan leher mereka digorok.

Bangsa Indonesia larut dalam suasana duka dan kemarahan. Ucapan simpatik disampaikan para netizen melalui media sosial. Tagar “KamiBersamaPOLRI” dan “TindakTegasTeroris” bergantian menjadi trending topic di Indonesia dalam dua hari terakhir ini.

Terlepas dari masalah sistem pengamanan dan kenyamanan di rumah tahanan yang harus dievaluasi, aksi teror ini mestinya menyadarkan bangsa ini betapa sangat berbahayanya kaum teroris, dan betapa masih terbukanya ruang bagi tindak terorisme di Indonesia. Adanya ratusan atau mungkin ribuan orang yang berada dalam tahanan dengan status sebagai napi terorisme menunjukkan bahwa jumlah mereka sangat banyak, bahkan terlalu banyak bagi bangsa Indonesia. Belum lagi hasil penelitian dari berbagai lembaga yang menunjukkan bahwa jumlah warga Indonesia yang bersimpati terhadap ide-ide “jihad” ala terorisme ternyata mencapai angka jutaan.

Angka ini tentu saja amat sangat mengerikan. Mereka memang belum bisa ditindak, karena berdasarkan undang-undang yang ada, sekedar ide, meskipun sudah disampaikan secara terbuka melalui ceramah atau penulisan buku, tidak bisa dikategorikan sebagai kejahatan. Tindakan baru dilakukan kalau ide tersebut sudah sampai diimplementasikan. Alasannya apalagi kalau bukan masalah HAM dan kebebasan memiliki faham dan ideologi.

Saat ini, rencana revisi UU anti terorisme (UU No.15/2003) masih dalam proses ratifikasi. Sejak kasus bom Thamrin Januari 2016 lalu, upaya untuk merevisi ini mencuat. Para penegak hukum menyatakan bahwa UU yang ada tidak cukup untuk untuk bisa mencegah kemunculan tindak pidana terorisme. Akan tetapi, sampai sejauh ini, upaya untuk merevisi UU itu, khususnya terkait dengan kewenangan kepolisian untuk menindak pemilik ide terorisme, mendapatkan penentangan dari banyak pihak, khususnya kalangan LSM yang mengklaim diri mereka sebagai pembela HAM. Kalangan ini bahkan menyatakan bahwa UU yang ada sudah cukup banyak memberikan kewenangan eksklusif kepada penegak hukum, sehingga polisi dapat dengan mudahnya melakukan penangkapan, penahanan, penggeledahan, dan pemeriksaan terhadap siapa saja yang diduga menjadi bagian dari jaringan terorisme.

Maka, dengan desain hukum yang masih carut-marut ini, segala bentuk ujaran kebencian, fitnah, dan provokasi berseliweran di ruang publik, meracuni jiwa-jiwa bersih kaum muda Indonesia. Mereka diseret dan dicekoki dengan beragam ide yang absurd dan sesat tentang dunia yang hitam-putih, tentang kesesatan faham lain, dan tentang iming-iming bidadari surgawi kalau mereka mau melakukan tindakan barbar dan sadis; kalau mereka mau menciptakan ketakutan dan horor di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Lihatlah, betapa sangat absurdnya logika seperti itu. Atas nama HAM dan kebebasan memiliki ideologi, hukum kita tidak berkutik dan akhirnya membiarkan tumbuh dan berkembangnya sebuah potensi kejahatan yang sangat mengerikan. Konsep HAM dan kebebasan yang sebenarnya sangat mulia disalahgunakan secara serampangan. Akal, hati nurani, dan konsep kehidupan berbangsa-bernegara kita jelas-jelas menentang absurditas seperti ini. (os/editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Analisis

USAID dan Neokolonialisme AS di Asia

By Farid
Amerika - Eropa

Pakar AS: Washington Bohong Soal Ukraina dan Jual Senjata ke Rezim-rezim Diktator

By Hadi
Editorial

Zionis Israel Sedang Tidak Baik-Baik Saja

By Farid
Editorial

Rujuknya Iran dengan Arab Saudi, Tamparan bagi AS

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account