Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

PR Bangsa Indonesia Pasca Penolakan ISIS

Published 12/02/2020 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Otong Sulaeman

LiputanIslam.com –Keputusan resmi pemerintah untuk menolak keluarga para teroris pulang ke Indonesia masih meninggalkan sejumlah persoalan. Dengan keputusan ini, berarti pemerintah menolak argumentasi sejumlah pihak yang menyarankan agar keluarga para teroris itu dipulangkan dengan alasan hukum dan kemanusiaan. Para pengusul pemulangan meyakini bahwa secara hukum, keluarga teroris ISIS itu masih menjadi WNI, dan tugas pemerintah-lah untuk menerima mereka. Juga, dikatakan bahwa ratusan orang dari keluarga teroris itu kini hidup terlunta-lunta dan menderita di kamp-kamp pengungsian, tanpa masa depan yang jelas. Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak dan perempuan. Maka, menjadi tugas pemerintah untuk melindungi HAM mereka.

Akan tetapi, memulangkan mereka juga dipastikan akan menciptakan banyak masalah besar di negeri ini. Intoleransi yang menjadi akar radikalisme beragama dan terorisme masih sangat tumbuh subur. Para ustaz dan politisi intoleran masih punya panggung. Suara mereka masih didengar ummat Islam. Faham intoleransi bahkan sudah ditanamkan kepada ribuan anak-anak kecil usia TK dan SD. Bisa dibayangkan, apa yang akan terjadi jika para teroris dan keluarganya itu pulang ke Indonesia. Sikap intoleran dan takfiri mereka yang melemah karena situasi berat yang mereka hadapi sekarang di Suriah, barangkali akan mendapatkan penyegaran kembali justru ketika kembali ke Indonesia.

Di sisi lain, program deradikalisasi yang dicanangkan oleh pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ternyata hingga kini bisa dikatakan jalan di tempat, bahkan cendrung kontra produktif. Sangat sedikit terorisme yang berhasil disadarkan. Sebagian besar dari mereka tetap dengan ideologinya yang keras. Sebagian malah mengalami penguatan. Bahkan, yang membuat hati kita miris, sebagian dari narapidana terorisme itu mampu menularkan ideologi mereka kepada para tahanan lainnya di dalam penjara.

Alasan lain penolakan ISIS, adalah soal kewajiban pemerintah dalam menegakkan HAM atas warga negaranya. Jika teroris ISIS dan keluarganya dipulangkan dengan alasan HAM, akan muncul kritikan yang amat keras kepada pemerintah terkait dengan banyaknya kasus HAM di negeri ini, di mana negara tidak hadir di sana. Kaum Syiah di Sampang, Ahmadiyah di Nusa Tenggara, dan juga saudara-saudara kita di Papua, banyak dari mereka yang terusir dari kampung halamannya dengan cara yang ilegal, dan negara gagal menjamin hak-hak hidup dan tinggal di tempat sendiri bagi mereka itu. Padahal, mereka yang terusir itu bukanlah musuh negara. Mereka adalah warga negara yang baik, dan telah menyatakan sumpah setianya kepada NKRI.

Jadi, dengan menolak teroris ISIS dan keluarganya pulang ke Indonesia, bukan berarti tugas negara sudah selesai. Ada tiga hal sangat fundamental yang saat ini menjadi PR besar negara, yaitu masalah intoleransi, kegagalan program deradikalisasi, dan ketidakhadiran negara dalam kasus-kasus pelanggaran HAM atas kaum minoritas.

Kita berharap, isu pemulangan teroris ISIS dan keluarganya itu menjadi pelajaran bagi kita semua, tentang betapa masih banyaknya hal-hal yang harus dibenahi di negeri ini. Jika kita enggan mengambil pelajaran, tentu saja kita tak akan bisa berbenah, dan artinya, kita harus siap-siap untuk kembali terjatuh ke dalam persoalan yang pelik. (os/editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Analisis

USAID dan Neokolonialisme AS di Asia

By Farid
Timur Tengah

Israel Tak Lagi Pamerkan Penerbangan dan Pendaratan Jet F-35 Setelah Diserang Iran

By Muhammad
Timur Tengah

Erdogan Mengaku akan Mengundang Bashar Al-Assad ke Turki

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Sebut Lebanon akan Jadi Neraka bagi Israel Jika Pecah Perang

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account