Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Persekutuan Dua Kutub

Published 23/03/2017 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Otong Sulaeman

LiputanIslam.com –Kunjungan Raja Salman ke Indonesia memang sudah lama berlalu. Tapi, benak kita masih mengingat dengan jelas euforia yang muncul dari kunjungan serba “wah” rombongan Raja Salman itu. Kunjungan tersebut ditengarai telah mereduksi stigma negatif yang sebenarnya amat-sangat melekat pada Raja Salman dan pemerintahan Arab Saudi secara umum.

Kita semua tahu Arab Saudi masih punya masalah dalam hal perlakuan terhadap para pahlawan devisa kita. Sudah menjadi rahasia umum bahwa kebanyakan TKI di Arab Saudi diperlakukan dengan sangat tidak manusiawi. Belum lagi masalah janji santunan bagi korban kecelakaan crane yang sampai sekarang belum juga direalisasikan.

Dalam konteks politik internasional, jejak Arab Saudi sebagai sponsor kelompok radikal semisal Al-Qaeda, Al-Nusra, dan ISIS sudah tidak bisa lagi ditutupi. Dan Indonesia adalah negara yang berkali-kali menjadi korban serangan terorisme yang dilakukan kelompok-kelompok tersebut. Bom Bali 1 dan 2, juga bom Mariot, hingga Sarinah, para pelakunya terkait erat dengan kelompok teroris internasional yang mendapatkan dukungan dari Arab Saudi.

Baru-baru ini,  delapan ratus keluarga korban peristiwa 9/11 diberitakan menuntut Arab Saudi atas serangan teror pada tahun 2001. Tuntutan tersebut mengemuka menyusul dirilisnya dokumen otentik terkait dengan keterlibatan para pejabat Kedutaan Saudi dalam mendukung Salem Al-Hazmi dan Khalid Al-Mihdhar (dua orang pelaku teror) delapan belas bulan sebelum peristiwa terjadi. Berdasarkan dokumen itu, para pejabat Arab Saudi membantu para teroris mencari apartemen, belajar bahasa Inggris, serta memperoleh kartu kredit dan uang. Mereka juga diajari untuk membiasakan diri dengan bentang darat Amerika.

Kreindler & Kreindler, biro hukum yang mewakili keluarga korban teroris, menyebut Arab Saudi sebagai pembohong. Tuduhan itu mengacu kepada gestur politik negara itu akhir-akhir ini, yang berkoar-koar tentang pemberantasan terorisme. Padahal, terorisme itu berdiri, tersemai, dan beraktivitas dengan dukungan penuh Arab Saudi. Tak lupa, Kreindler & Kreindler juga mengecam negaranya, AS, dengan alasan yang sama. Lembaga ini juga menyebut negaranya hipokrit: sangat gencar berkoar-koar soal terorisme, tapi pada saat yang sama, justru AS adalah supporter teroris, dan bersekutu dengan Arab Saudi.

Inilah persekutuan mematikan antara dua kutub. Yang satu adalah rezim haus perang, dan yang satunya lagi adalah rezim yang berdiri di atas faham Islam radikal. Keduanya juga sangat pandai membungkus diri dengan slogan-slogan yang menyesatkan. Tapi, bau busuk persekutuan itu sudah makin menguar dan tak akan mungkin lagi bisa ditutupi. (editorial/liputanislam/ot)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

KTT Luar Biasa OKI Serukan Sanksi terhadap Israel

By Muhammad
Timur Tengah

Blinken: Bin Salman Berminat Normalisasi Saudi-Israel, Tapi Terganjal Perang Gaza

By Muhammad
Timur Tengah

Menlu Saudi: Tak akan Ada Normalisasi dengan Israel Sebelum ada Negara Palestina

By Muhammad
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account