Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Krisis Ekonomi Turki, Kisah Pengkhianatan AS

Published 15/08/2018 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Otong Sulaeman

LiputanIslam.com – Krisis ekonomi yang saat ini menimpa Turki membuat banyak pihak terperangah. Turki yang disebut-sebut sebagai kekuatan baru ekonomi Dunia Islam, kini sedang terperosok pada krisis ekonomi yang lumayan parah. Nilai Lira, mata uang Turki, terus merosot tajam di hadapan mata uang asing, khususnya Dolar Amerika. Di awal tahun lalu, 1 Dolar AS bernilai 3,73 Lira. Kini, harga Dolar merangkak hingga 7,2 Lira. Artinya, terjadi peningkatan nilai Dolar hingga 93 persen.

Karena Turki di bawah pemerintahan Erdogan memiliki banyak sekali utang dalam bentuk dolar, maka utang luar negeri Turki tiba-tiba saja naik menjadi hampir dua kali lipat. Ditambah dengan ketergantungan ekonomi dalam negeri Turki yang cukup besar pada produk-produk impor, depresiasi nilai Lira tersebut membuat perekonomian Turki tiba-tiba saja kekurangan darah, karena harga bahan-bahan baku industri melonjak naik.

Krisis ekonomi yang melanda Turki ini dipicu oleh ketegangan politik negara itu dengan AS. Awalnya adalah aksi kudeta 15 Juli 2016 lalu yang sempat menciptakan krisis politik terbesar nasional di Turki. Ankara mengklaim AS terlibat dalam aksi tersebut. Secara bersamaan, AS juga dituduh telah memberikan dukungan politik dan finansial kepada kaum separatis Kurdi. Sebagai jawaban, Trump malah memberikan sanksi ekonomi kepada Turki, berupa kenaikan pajak import sejumlah komoditas Turki.

Erdogan meradang. Ia bertanya kepada Trump, “Bukankah Turki adalah sekutu stretegis Anda? Kita bersama di NATO dan kemudian Anda mencoba menusuk mitra strategis di punggung. Apakah cara seperti itu bisa diterima?”

Kemarahan Erdogan ini memang beralasan. Sejak lama, Turki adalah sekutu strategis bagi AS. Mereka selalu berada di kubu yang sama dan memiliki kepentingan politik yang berimpitan di kawasan Timur Tengah. Turki adalah anggota NATO. Turki di bawah Erdogan bahkan menjalin transaksi ekonomi terbesar dengan Rezim Zionis Israel.

Yang teraktual, tentu saja soal krisis Suriah. Turki menjadi pintu masuk untuk kedatangan ratusan ribu jihadis asing dari berbagai negara dunia, yang ingin menjatuhkan pemerintahan Assad. Mereka adalah para jihadis yang diinisiasi dan didanai oleh AS, Barat, dan negara-negara monarki Arab. FSA, salah satu faksi pemberontak yang paling didukung oleh AS, berkali-kali mengadakan pertemuan di Turki. Ada banyak sekali harga yang harus dibayar Turki untuk membiayai dan terlibat dalam upaya penggulingan Assad. Ankara seperti berjudi dengan krisis Suriah.

Kini, krisis Suriah bisa dikatakan hampir selesai dengan kemenangan di pihak Assad. Proses kekalahan kaum pemberontak itu mulai terlihat sejak sekitar dua tahun yang lalu. Turki tentu saja termasuk yang ikut menanggung dampak dari kekalahan pemberontak itu. Di saat situasinya seperti itu, terjadilah kudeta yang hampir menciptakan krisis politik terburuk di negara itu. Dan AS ditengarai terlibat dalam aksi kudeta. Kini, AS malah menerapkan sanksi yang membuat ekonomi Turki betul-betul limbung.

Apa yang terjadi di Turki ini sebenarnya mengulang kisah pengkhianatan yang pernah dilakukan oleh AS terhadap sejumlah negara di dunia. Contohnya adalah Irak. Dulu, AS lah yang mengompori Saddam agar mau menyerang Iran. Ketika sudah gagal, Saddam malah digempur habis-habisan. Habis manis, sepah pun dibuang.

Krisis ekonomi Turki ini sebenarnya hanyalah merupakan pengulangan sejarah. Dulu Irak, kini Turki. Dulu Saddam, kini Erdogan. Aktor antagonisnya sama: Amerika Serikat. (os/editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

Soal Kejahatan Israel, Erdogan Bersumbar: Kami akan Turun Tangan Seperti di Libya

By Muhammad
Timur Tengah

Erdogan: Keamanan Semua Negara Terusik Selagi Israel Tak Berhenti Perangi Gaza

By Muhammad
Timur Tengah

Presiden Erdogan Ingatkan Barat agar Tak Mendukung Perang Israel terhadap lebanon

By Muhammad
Timur Tengah

IRGC Nyatakan Serangannya Masuk Meski Israel Dibela oleh 10 Negara, Termasuk Turki?

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account