Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Indonesia Merdeka, Para Penjajah Masih Ada

Published 17/08/2018 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Otong Sulaeman

LiputanIslam.com – Hari kemerdekaan tiba. Bangsa Indonesia kembali diingatkan kepada apa yang telah terjadi di masa lalu atas bangsa ini. Kita adalah bangsa yang pernah mengalami masa-masa pahit penjajahan selama ratusan tahun. Entah berapa trilyun rupiah kekayaan alam bangsa kita yang dikeruk dengan seenaknya oleh kaum penjajah. Selama masa itu pula, nenek moyang kita menjalani kehidupan dengan serba terpaksa. Kemerdekaan, independensi, dan kebebasan menentukan pilihan hidup betul-betul ditekan sampai titik minimal oleh kaum imperialis. Para leluhur kita itu dirampok, dihina, dipaksa bekerja, dan sebagian dari mereka harus meregang nyawa.

Sungguh penjajahan adalah kebiadaban. Bayangkanlah seorang budak. Ia adalah orang yang tidak punya kemerdekaan dan kebebasan. Kalaupun ada, pastilah sangat minimal. Segala apapun dari kehidupannya sepenuhnya bergantung kepada sang tuan. Budak tak punya harta, tak punya kebebasan. Segala apapun yang merupakan produk pekerjaannya menjadi milik sang tuan. Apapun yang dilakukan oleh si budak harus seizin sang tuan. Budak adalah sosok individu yang dijajah oleh individu lainnya. Bayangkanlah bahwa sosok budak itu bukanlah individu manusia, melainkan berbentuk satu bangsa. Itulah yang terjadi pada bangsa kita selama ratusan tahun. Kita dijajah, dan kita diperbudak.

Tentu saja bangsa kita melakukan perlawanan sengit. Di seluruh penjuru Tanah Air, perlawanan demi perlawanan dilancarkan oleh jiwa-jiwa merdeka yang tak takut kematian. Nyawa pun mereka korbankan, hingga akhirnya, perjuangan tak kenal menyerah itu sampailah kepada saat yang berbahagia. Proklamasi pun dibacakan; negara yang berdaulat didirikan, lengkap dengan konstitusi dan segenap aturan kenegaraan. Indonesia memang sudah merdeka. Ini adalah nikmat karunia Allah yang harus kita syukuri. Kita sampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pendahulu kita.

Akan tetapi, jika kita renungi secara mendalam, masih ada yang tersisa dari perjuangan kemerdekaan para leluhur kita. Kalimat awal pada Pembukaan UUD 1945 menegaskan prinsip paling asasi dari deklarasi atau pendirian negara kita, yaitu bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

Lihatlah ke banyak tempat di dunia. Kawasan yang terjajah itu masih ada, dan itu artinya, ada penjajah yang masih berkuasa. Mereka bergentayangan menancapkan kuku kekuasaan. Mereka berkomplot untuk merampas kemerdekaan bangsa-bangsa dunia.

Lihatlah Palestina, Suriah, Libia, Yaman, dan Irak yang porak poranda. Lihatlah negara-negara Afrika, dengan kekayaan alam yang berlimpah ruah yang mereka miliki, tapi umumnya mereka harus hidup dalam jerat kemiskinan. Atau, lihatlah juga ke negeri tercinta kita. Sampai batas-batas tertentu, sebagian dari kekayaan bangsa kita masih cukup banyak yang dijarah dengan semena-mena. Lihatlah, bagaimana para pelakunya adalah negara-negara yang sama. Mereka yang menjajah Palestina, yang memorak-porandakan Libya, yang mencabik-cabik Irak, yang mendanai para teroris di Suriah, serta yang menjarah kekayaan bangsa kita, adalah negara-negara dan konsorsium raksasa ekonomi yang terafiliasi dengan Amerika, Zionis Israel, dan para sekutunya.

Kita memang sudah merdeka. Tapi para penjajah itu masih ada. Kaum imperium itu masih tetap berupaya keras untuk menancapkan perbudakannya atas bangsa-bangsa dunia, termasuk Indonesia.  Di hari kemerdekaan ini, mari kita hirup lagi aroma perjuanganpara leluhur kita yang gagah perkasa. Kita lawan penjajahan sampai betul-betul terhapus dari muka bumi. Kita lawan kaum penjajah, sampai mereka menghentikan perilaku busuknya itu, serta mau menghormati bangsa-bangsa di dunia secara adil dan setara.

Selamat ulang tahun, Indonesia! Semoga panjang umur, dan selamat sentausa. (os/editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Internasional

Amerika Khawatir Jika Israel Harus Berhadapan dengan Hizbulah Lebanon

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (6): Ada Teroris Membela Palestina

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (4): Jangan Pernah Menyalahkan Israel

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account