Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Erdogan, Anda Mau Apa Lagi?

Published 02/03/2020 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

LiputanIslam.com –Petualangan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Suriah tampaknya mendekati hari-hari terakhirnya. Bahkan, lebih jauh lagi, ini bisa menjadi hari-hari terakhir karir politik Erdogan sebagai pemimpin Turki. Dan Turki sebagai satu-satunya negara Muslim Eropa, bisa jadi akan memasuki babak baru perjalanan sebuah bangsa tanpa seorang Erdogan.

Perkembangan di lapangan pertempuran, khususnya di kawasan Idlib, Suriah, menunjukkan bahwa posisi Turki makin terdesak. Puluhan tentaranya tewas dalam pertempuran melawan tentara Suriah yang mendapatkan bantuan langsung dari tentara Rusia. Militer Rusia juga sudah menegaskan akan tetap bersama dengan tentara Suriah dalam operasi pembasmian teroris Idlib, dengan konsekwensi apapun, termasuk jika terpaksa harus menembak jatuh pesawat Turki.

Di sisi lain, Turki juga tak bisa mengharapkan bantuan apapun dari siapapun. AS yang selama ini berada dalam satu barisan bersama Turki dalam perang Suriah sudah mulai ‘cuci tangan’. Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), di mana Turki menjadi salah satu anggotanya, juga menyatakan tak akan ikut campur, karena Turki tidak dalam posisi sedang diserang, melainkan malah sedang melakukan agresi ke teritori sah negara lain.

Turki makin kehabisan opsi, dan dihadapkan kepada dilema yang sama-sama pahit. Meneruskan perang melawan tentara Suriah –yang makin kuat karena mendapatkan dukungan penuh Rusia– adalah sebuah tindakan bunuh diri. Dengan kekuatan militer yang berbeda sangat jauh, rasanya mustahil bagi Turki untuk bisa memenangi perang melawan Rusia. Akan tetapi, membiarkan para teroris kalah di Idlib, hal itu bermakna Turki akan ‘kebanjiran’ para teroris dari yang terdesak dari Idlib menuju perbatasan Turki-Suriah.

Idlib memang kota yang sangat dekat dengan perbatasan Turki. Jarak Idlib dengan Cilvegozu, kota di Turki yang berbatasan dengan Suriah, hanyalah 42 kilometer, cukup ditempuh perjalanan mobil selama 50 menit. Selain itu, Idlib (bersama Aleppo) adalah kota yang menjadi tujuan pertama para teroris yang dulunya membanjiri Suriah melalui Turki di awal krisis Suriah beberapa tahun lalu. Karena para teroris beserta keluarga dan anak-anaknya itu datang ke Idlib melalui Turki, maka, ketika kini mereka terdesak, satu-satunya pilihan adalah kembali ke perbatasan negara tempat mereka masuk dahulu, yaitu Turki.

Ketika para teroris yang jumlahnya puluhan ribu itu membanjiri perbatasan, Turki akan dihadapkan kepada persoalan yang luar biasa pelik. Bukan perkara mudah menampung dan mengurusi para kombatan yang kalah perang, marah, dan mustahil diajak negosiasi. Turki harus bersiap-siap menghadapi beragam krisis dalam negeri. Bisa jadi, langkah yang diambil oleh Turki adalah ikut memerangi para teroris itu, demi sebuah kepentingan nasional yang memang harus diprioritaskan.

Itulah pilihan-pilihan sulit yang sedang dihadapi Turki. Tapi memang itulah konseksekwensi dari petualangan perang seorang Erdogan, yang bermimpi hendak membangkitkan lagi imperium Ottoman. Sekarang, dengan situasi yang sangat tidak menguntungkan itu, kira-kira langkah apakah yang akan diambil oleh Erdogan? (os/editorial/liputanislam.com)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

Israel Tak Lagi Pamerkan Penerbangan dan Pendaratan Jet F-35 Setelah Diserang Iran

By Muhammad
Timur Tengah

Soal Kejahatan Israel, Erdogan Bersumbar: Kami akan Turun Tangan Seperti di Libya

By Muhammad
Timur Tengah

Erdogan Mengaku akan Mengundang Bashar Al-Assad ke Turki

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Sebut Lebanon akan Jadi Neraka bagi Israel Jika Pecah Perang

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account