[Editorial] Corona, Dakwaan dari China untuk AS

0
103

LiputanIslam.com –Perkembangan virus Corona memasuki babak baru. Isu pandemi virus ini menjadi semakin politis. Perkembangan terbaru menunjukkan adanya dakwaan resmi dari Kementerian Luar Negeri China bahwa virus ini sengaja dikirim AS ke China. Kemenlu China mengungkap indikasi berupa fakta pandemi virus flu (influeanza) yang terjadi di AS sejak dua tahun lalu, di mana korban virus itu mencapai angka mengerikan, yaitu lebih dari 80.000 orang warga AS tewas dalam setahun.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat sampai sekarang masih tidak transparan dalam menyebut jenis flu yang sangat mematikan di AS itu. Di sisi lain, warga AS lalu lalang ke seluruh penjuru dunia, sehingga sangat mungkin, ada di antara warga AS itu yang bepergian ke luar negeri sambil membawa virus flu, dan virus itu berjenis Corona (COVID-19). Isu yang berkembang di berbagai media China, atlet AS yang berpartisipasi dalam Pekan Olahraga Dunia Militer di Wuhan tahun 2019 diduga telah membawa virus mematikan itu ke China.

Soal konspirasi, AS memang jagonya. Data-data rahasia CIA yang boleh diungkap ke publik setelah 30 tahun menunjukkan bahwa banyak sekali operasi intelejen dan militer AS yang digelar dengan menggunakan cara-cara licik. Indonesia tentu tak akan melupakan peristiwa PKI tahun 1965, di mana CIA akhirnya mengaku bahwa mereka terlibat aktif dalam aksi penumbangan Soekarno. Konspirasi yang sama dilakukan AS dalam Perang Dunia Kedua dan Perang Vietnam. Adapun untuk peristiwa pendudukan Afghanistan, invasi ke Irak (tahun 1990 dan 2003), dan yang paling akhir adalah krisis Suriah, tak perlu waktu puluhan tahun untuk mengungkapnya. Tak perlu waktu lama untuk mengungkap bahwa AS dan sekutu-sekutunya justru berada di balik pembentukan kelompok-kelompok teroris dan jihadis palsu yang mematikan itu.

Mungkin ada pertanyaan: jika AS yang melakukan konspirasi dalam kasus penyebaran virus Corona, kenapa AS (dan Israel) sendiri saat ini menjadi korbannya? Bukankah saat ini ekonomi AS sangat terpukul akibat virus ini? Bukankah perekenomian AS terancam ambruk gara-gara tak ada lagi penerbangan ke dan dari Eropa selama sebulan ke depan? Tidakkah isolasi ini akan membuat ekonomi AS hancur?

Asumsi bahwa AS berada di balik penyebaran virus Corona ini tentunya tidak kontradiktif dengan fakta bahwa AS ikut terkena getahnya. Selama ini banyak terjadi kasus di mana pembuat makar malah menjadi salah satu pihak yang terkena dampak negatif akibat makarnya itu. Lihatlah yang saat ini terjadi pada Turki di bawah Erdogan. Negara tersebut saat ini sedang dipusingkan dengan kemungkinan masuknya gelombang migrasi puluhan ribu teroris yang terdesak di Idlib, Suriah. Ini semua gara-gara dulunya Turki bermain api dengan cara membuka diri menjadi tempat transit para teroris yang hendak melakukan berbagai aksi bengis mereka di Suriah. Ketika akhirnya para teroris itu kalah, tentara Suriah yang dibantu Rusia terus mendesak mereka agar kembali ke tempat di mana mereka transit, yaitu perbatasan Turki.

Barangkali, berbagai kasus di dunia belakangan ini (termasuk kasus virus Corona) bisa ditafsirkan sebagai maksud dari firman Allah dalam Al-Quran yang menyatakan bahwa sehebat apapun makar yang dibuat oleh manusia jahat, maka makar Tuhan jauh lebih canggih. Menarik untuk diikuti perkembangan politik dari virus Corona ini, sambil tentunya menjaga kewaspadaan dan berdoa, semoga kita semua bisa diselamatkan dari wabah mematikan ini. (os/editorial/liputanislam)

DISKUSI:
SHARE THIS: