Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Amerika, Sudahlah!

Published 11/04/2017 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Otong Sulaeman

LiputanIslam.com – Di mana-mana, yang namanya hipokritas itu sangat memuakkan. Apalagi jika hipokritas itu disertai dengan fitnah sehingga menimpakan tragedi dalam skala luas. Kemuakan akan berubah menjadi kutukan.

Amerika Serikat, negeri yang dideklarasikan oleh kaum imigran Eropa pada tahun 1776, dalam beberapa dekade terakhir ini, berubah menjadi simbol hipokritas paling memuakkan di dunia. Bayangkan, Negeri Paman Sam itu adalah satu-satunya negara yang telah terbukti menggunakan bom atom berteknologi nuklir untuk meluluhlantakkan kota Hiroshima dan Nagasaki, serta membunuh ratusan ribu warga sipil kedua kota itu. Tapi, siapakah yang saat ini paling gencar berteriak ke sana ke mari melontarkan tuduhan bahaya senjata nuklir? Amerika. Sungguh sangat ironis. Penjahat menjadi polisi; pelanggar hukum menjadi petugas hukum.

Petualangan kotor Amerika terus berlanjut hingga zaman kita sekarang. Jejak-jejak kotor penuh kemunafikan itu mulai terekam secara digital, dan tak bisa ditutupi lagi, ketika era informasi makin menjadi pola hidup manusia. Tuduhan adanya bayi-bayi tak berdosa yang dilemparkan tentara Irak di RS Kuwait  sempat dipercaya publik Amerika. Akibatnya, pada tahun 1991, tentara AS mengebom Irak. 135.000 warga Irak meninggal seketika, dan hampir satu juta warga Irak lainnya mati perlahan akibat kelaparan, kerusakan infrastruktur, dan sanksi ekonomi. Belakangan, terbukti bahwa isu bayi di inkubator tersebut adalah kebohongan besar. Nayirah, yang mengaku suster di RS tersebut, ternyata adalah anak dari Dubes Kuwait di AS.

Dua belas tahun berikutnya, di tahun 2003, AS kembali menebar tuduhan ganda terhadap rezim Saddam Hussein. Yang pertama adalah isu tentang kepemilikan pabrik senjata kimia dan bilologis, serta yang kedua adalah soal keterkaitan Saddam dengan organisasi teroris Al-Qaeda. Dengan dalih inilah Saddam ditumbangkan, dan Irak makin porak-poranda. Jutaan rakyat Irak mati, atau menjadi pengungsi. Setelah delapan tahun berlalu, para pejabat Amerika mengakui bahwa pabrik senjata yang dituduhkan itu ternyata tak ada; dan Saddam juga tak punya kaitan apapun dengan Al-Qaeda.

Bayangkan, dengan dalih membela nyawa segelintir manusia, AS menghilangkan jutaan nyawa manusia lainnya. Itupun belakangan terbukti bahwa isu itu tak benar-benar ada. Juga, dengan alasan melindungi dunia dari aksi teror, AS menciptakan teror paling mengerikan sepanjang masa.

Dan tentu saja, hipokritas paling nyata dari AS adalah soal dukungannya yang tanpa syarat kepada rezim Zionis Israel. Silakan Anda buatkan list model dan jenis kejahatan kemanusiaan; yang selama ini, konon Amerika adalah polisi dunia yang bertugas memberantas kejahatan-kejahatan itu. Anda akan mendapati jenis-jenis kejahatan seperti pembunuhan wanita dan anak-anak, penahanan tanpa pengadilan, penggunaan senjata pembunuh massal, pengusiran secara tidak sah, penyiksaan dengan cara paling biadab, dan lain-lain. Siapakah negara terdepan yang mempraktekkan semua jenis kejahatan itu? Israel. Tapi, negara manakah yang menjadi pembela utama Israel? Amerika.

Kini, model hipokritas dan kejahatan serupa tengah dipertontonkan AS di Suriah. Hanya berdasarkan klaim dan tuduhan sepihak soal penggunaan senjata kimia oleh rezim Assad, AS telah melontarkan 59 rudal Tomahawk ke Suriah. Tuduhan yang lagi-lagi masih sangat prematur itu menjadi dalih bagi sebuah aksi mematikan.

Sejumlah negara sekutu AS (Inggris, Kanada, Australia, Turki, Arab Saudi, Qatar, Jordania, Mesir) tentu saja mendukung aksi tersebut. Para penguasa di negara-negara tersebut memang sangat bergantung kepada dukungan AS, sejahat apapun kelakuan Negeri Paman Sam itu. Kebergantungan ini pula yang bisa menjelaskan, kenapa kelompok-kelompok teroris berbaju Islam semisal ISIS, Al-Qaeda, dan FSA, juga bergandengan tangan dengan Amerika dan mendukung penuh aksi kejahatannya.

Tapi, tidak dengan warga Dunia. Mereka yang masih punya akal dan hati akan makin sering meyuarakan, “Sudahlah, Amerika. Kami muak dengan semua itu.” (editorial/liputanIslam/ot)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

Israel Tak Lagi Pamerkan Penerbangan dan Pendaratan Jet F-35 Setelah Diserang Iran

By Muhammad
Timur Tengah

Erdogan Mengaku akan Mengundang Bashar Al-Assad ke Turki

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Sebut Lebanon akan Jadi Neraka bagi Israel Jika Pecah Perang

By Muhammad
Timur Tengah

Media Israel Mewanti Skenario Iran Dekat Mesir

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account