Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Budaya

Tradisi Tolak Bala untuk Tangkal Marabahaya

Published 29/06/2020 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE
Sumber: 1001indonesia

LiputanIslam.com — Tradisi tolak bala merupakan tradisi masyarakat Nusantara di berbagai daerah untuk menangkal marabahaya. Bentuk tradisi ini bermacam-macam, bahkan ada yang unik. Misalnya, di Desa Pelemsari, Kecamatan Sumber, Rembang, tradisi tolak bala dilaksanakan dengan upacara tawur nasi. Dalam upacara tersebut, para pemuda saling melempar nasi satu sama lain.

Di Banyuwangi, upacara tolak bala dilakukan dengan arak-arakan barong dan upacara kebo-beboan. Di Lombok, upacara memohon keselamatan dilakukan dengan perang api. Di Riau, Suku Petalangan mengadakan upacara belian untuk menolak wabah penyakit dan mengobati orang sakit. Di Jawa, orang-orang memohon keselamatan dengan upacara ruwatan.

Tradisi ini sangat dekat dengan alam. Tradisi ini berangkat dari pemahaman bahwa jika ingin hidup selamat, manusia harus menjaga keselarasan dengan alam.

Menjaga dan selaras dengan alam ini bisa dilakukan dengan cara menggunakan alam seperlunya dan tidak berlebihan. Sehingga sebagai timbal balik, alam pun akan memberikan banyak hal yang berguna untuk manusia.

Hidup selaras dengan alam dapat memberikan dampak kebaikan pada manusia. Dan sebaliknya, hidup tidak selaras dengan alam akan merusak alam dan memberikan keburukan pada kehidupan manusia.

Kesadaran pada hidup selaras dengan alam lah yang menginspirasi masyarakat jaman dulu untuk melahirkan tradisi tolak bala. Namun bagi sebagian masyarakat modern, tradisi ini sudah jarang diikuti karena dianggap tidak rasional. Bagi mereka, tidak ada jaminan bahwa dengan menggelar upacara tolak bala, wabah penyakit akan hilang, bencana alam akan tidak terjadi lagi, musim kemarau yang berkepanjangan akan segera berakhir.

Baca juga: Masjid Menara Kudus, Simbol Harmoni Budaya Islam-Hindu

Bagi masyarakat jaman dulu dan masyarakat yang masih meyakini tradisi tolak bala, tradisi tersebut dapat menjadi sarana komunikasi manusia dengan alam. Karena alam pun memiliki jiwa dan hidup sebagaimana manusia. Dengan berkomunikasi, manusia dapat melihat tanda yang ditunjukkan oleh alam, sehingga manusia lebih bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi.

Ritual tolak bala merupakan upaya manusia untuk menjaga keselarasan dengan alam. Sebagai upaya minta maaf jika mereka sudah melakukan sesuatu yang tidak selaras dengan alam, baik yang disengaja ataupun tidak. Sebagai ungkapan terima kasih atas berkah alam pada kehidupan mereka. Dan, sebagai harapan agar mereka terus diberi berkah yang sama di kemudian hari. (Ay/1001indonesia)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Budaya

Mapalus, Budaya Gotong-royong Suku Minahasa

By Fadel
Budaya

Masjid Menara Kudus, Simbol Harmoni Budaya Islam-Hindu

By Fadel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account