Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Budaya

Mapalus, Budaya Gotong-royong Suku Minahasa

Published 06/07/2020 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE
Sumber: Sulut Times

LiputanIslam.com — Ketika sikap individualis semakin meluas di kalangan masyarakat, apalagi khususnya masyarakat perkotaan, masih ada sekelompok masyarakat di Sulawesi Utara (suku Minahasa) yang masih memegang teguh prinsip gotong-royong dalam berbudaya. Budaya dengan prinsip utama gotong-royong tersebut bernama Mapalus.

Mapalus adalah suatu sistem kerja sama dalam budaya Suku Minahasa. Secara harfiah Mapalus merupakan turunan kata palus (Renwarin, 2019: 178-179). Palus bisa berarti jerat atau jaring (dalam keadaan sudah menangkap mangsanya). Palus juga berarti mencurahkan, membuang; misalnya beras terbuang (meikapalus). Yang terakhir, Palus juga berarti mengena, mendapat (Y. v. d. Wouw 1973 dan W. Lundstrom-Burghoorn 1981:164). Sehingga kata palus menunjukkan tiga hal sekaligus.

Pertama, semangat, kerja sama, gotong-royong.

Kedua, kelompok orang yang berkumpul dalam organisasi.

Ketiga, kegiatan kelompok yang terstruktur, yakni tukar-menukar prestasi kerja atau barang, seperti makanan dan uang.

Pada awalnya, kegiatan Mapalus khusus dilakukan untuk bidang pertanian, mulai dari membuka lahan sampai memetik hasil panen.

Seiring perkembangan waktu, tradisi gotong royong ini tidak hanya terbatas di bidang pertanian, melainkan juga diterapkan dalam setiap kegiatan yang bersifat sosial kemasyarakatan, seperti kegiatan-kegiatan upacara adat, mendirikan rumah, membuat perahu, perkawinan, kematian, dan sebagainya, baik kegiatan suka maupun duka.

Budaya Mapalus memiliki nilai-nilai resiprokal, partisipatif, solidaritas, responsibilitas, gotong royong, kepemimpinan, disiplin, transparansi, kesetaraan, dan rasa saling percaya.

Masyarakat melakukan budaya ini dengan penuh ketulusan, penuh kesadaran, dan tanggung jawab untuk saling menghidupkan dan menyejahterakan setiap orang dalam komunitasnya.

Dalam pelaksanaannya pun, Mapalus dilakukan secara spontan tanpa mengharap balasan atau bayaran. Contohnya ketika ada keluarga yang akan membangun rumah atau membuka lahan pertanian baru atau kegiatan-kegiatan lain yang bukan untuk kepentingan masyarakat umum, orang-orang di sekitarnya akan membantu tanpa harus diminta terlebih dahulu. Begitu terlihat banyak orang sedang bekerja, secara spontan mereka akan melibatkan diri dalam pekerjaan tersebut bersama-sama.

Baca juga: Tradisi Tolak Bala untuk Tangkal Marabahaya

Namun seiring perkembangan zaman, ada sistem upah terhadap orang yang membantu pekerjaan. Upah yang diberikan bisa berupa uang, bahan, ataupun makanan. Upah tersebut diberikan oleh pihak yang menggunakan tenaga orang lain kepada orang-orang yang telah membantunya sebagai ungkapan rasa terima kasih.

Meskipun Mapalus dengan sistem upah ini jarang dilakukan. Orang Minahasa, terutama yang bermukim di pedesaan, lebih sering terlibat dalam Mapalus yang spontan tanpa pamrih. (Ay/1001indonesia/Tribunnews)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy1
Angry0
Dead1
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Budaya

Tradisi Tolak Bala untuk Tangkal Marabahaya

By Fadel
Budaya

Masjid Menara Kudus, Simbol Harmoni Budaya Islam-Hindu

By Fadel
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account