Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Sepinya Sensasi Berita Kematian Al-Baghdadi

Published 29/10/2019 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Otong Sulaeman

LiputanIslam.com –Presiden AS Donald Trump Minggu 27 Oktober 2019 tiba-tiba saja menyampaikan pengumuman terkait dengan tewasnya pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi. Pengumuman kematian Al-Baghdadi itu sejatinya mau diseting agar terlihat dramatis. Diberitakan bagaimana Trump menyaksikan secara langsung tayangan operasi pengepungan Al-Baghdadi, yang berakhir dengan ledakan bom yang membunuh pimpinan ISIS tersebut.

Sempat direspon oleh media, akan tetapi sensasi pemberitaan kematian Al-Baghdadi nyatanya hanya sesaat. Media tak lagi banyak membicarakan soal tewasnya pendiri organisasi teror paling mengerikan tersebut. Beberapa tanggapan yang  muncul malah soal skeptisisme atas kebenaran berita yang disampaikan secara sepihak tersebut. Keraguan itu, paling tidak, datang dari PBB, pihak keamanan Rusia, dan masyarakat Suriah.

Skeptisisme terhadap pemberitaan itu adalah bukti makin menguatnya ketidakpercayaan publik dunia atas kejujuran AS. Dunia sudah terlanjur muak dengan intrik-intrik politik perang AS yang dibarengi dengan penyebaran berbagai kebohongan. Presiden George W. Bush pernah berbohong di Irak soal kepemilikan Baghdad atas senjata pemusnah massal tahun 2003. Belakangan, terbukti bahwa klaim kepemilikan senjata itu tak lebih dari isapan jempol.

Sebelumnya, Bush senior juga berbohong soal pelemparan bayi-bayi dari inkubator di rumah sakit Kuwait. Padahal, berita itulah yang menjadi pemicu Perang Teluk tahun 1991. Lalu, sejak sembilan tahun terakhir, AS juga memfabrikasi berbagai berita bohong tentang kekejaman Assad atas rakyat Suriah. Inilah yang memicu datangnya lebih dari 100 ribu jihadis asing ke Suriah dan menciptakan berbagai kerusakan di seantero negeri.

Berita tentang tewasnya Al-Baghdadi itu bisa jadi memang benar adanya. Akan tetapi, Al-Baghdadi dikabarkan tewas dengan kondisi jasad yang berkeping-keping karena ledakan bom. Karena itu, tak ada yang bisa memverikasi kebenaran beritanya, kecuali kita harus percaya begitu saja kepada apapun yang disampaikan oleh Gedung Putih.

Selain akibat adanya krisis kepercayaan dunia terhadap integritas dan kejujuran AS, skeptisisme atas berita tewasnya Al-Baghdadi itu juga diakibatkan oleh kemuakan publik dunia atas hipokritas AS dalam hal pemberantasan terorisme. Terlalu banyak bukti yang menunjukkan bagaimana pembentukan dan pendanaan ISIS serta berbagai organisasi teroris lainnya ternyata selalu terhubung dengan AS dan sekutu-sekutunya di Barat maupun di Arab. Bukankah Al-Qaeda yang menjadi induk dari persemaian berbagai organisasi radikal berkedok jihad Islam itu dibentuk oleh AS, Arab Saudi, dan para sekutu AS? Jadi, seandainyapun benar Al-Baghdadi itu tewas, publik sudah terlanjur memahami bahwa Al-Baghdadi adalah “orangnya” AS. Karena itu, tewasnya Al-Baghdadi (seandainyapun benar demikian), tak lebih dari urusan internal AS. Al-Baghdadi dibunuh karena peranannya sudah selesai. Dia sudah tak lagi dibutuhkan AS. Dia sudah expired.

Skeptisisme yang mengiri berita kematian Al-Baghdadi ini menunjukkan bahwa AS saat ini sudah tidak bisa lagi memainkan playing hero, yaitu berlagak menjadi pahlawan yang bisa mengatasi sebuah bencana. Padahal, bencana itu dibuat oleh dirinya sendiri. Memang, dulu AS sangat berjaya memainkan permainan ini. AS dipuja-puji sebagai pahlawan pemadam kebakaran. Tapi, kini, orang-orang paham bahwa dalam banyak sekali kasus, yang menciptakan kebakarannya adalah AS sendiri. (os/editorial/liputanislam)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Analisis

USAID dan Neokolonialisme AS di Asia

By Farid
Timur Tengah

Israel Tak Lagi Pamerkan Penerbangan dan Pendaratan Jet F-35 Setelah Diserang Iran

By Muhammad
Timur Tengah

Erdogan Mengaku akan Mengundang Bashar Al-Assad ke Turki

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Sebut Lebanon akan Jadi Neraka bagi Israel Jika Pecah Perang

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account