Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Zionis Israel, Pelanggar HAM yang Mengaku Demokratis

Published 08/07/2019 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Otong Sulaeman

LiputanIslam.com –Sejak dideklarasikan tahun 1948 yang lalu, Rezim Zionis dipromosikan oleh para penggagasnya sebagai contoh dari sebuah negara ideal, dari sejumlah hal. Selain sebagai negara tempat menampung para korban rasisme, anti-semitisme, dan holocaust, Israel juga digadang-gadang akan menjadi sebuah contoh negara makmur yang ditopang oleh sejumlah prinsip negara modern. Israel dikatakan akan menjadi contoh negara demokratis di Timur Tengah, di tengah-tengah negara Arab-Muslim lainnya di kawasan itu yang bercorak monarki.

Demokrasi adalah mantra magis andalan Barat yang menyatakan diri sebagai kampiun peradaban dunia di saat ini. Demokrasi diklaim oleh Barat akan selalu membawa serta nilai-nilai peradaban unggul manusia modern, seperti persamaan, tegaknya HAM, supremasi hukum, kebebasan, keadilan, dan kesejahteraan.

Rezim Zionis Israel memang dibangun di atas format negara demokrasi, yang bermakna bahwa para penyelenggara negara dipilih oleh rakyat, bukan atas dasar keturunan (monarki) ataupun teokrasi. Kekuasaan eksekutif dipimpin oleh seorang perdana menteri yang dipilih secara berkala dalam even pemilu. Demikian juga dengan kekuasaan legislatif, yang dipegang oleh parlemen (Knesset) yang anggotanya juga dipilih  oleh rakyat.

Hanya saja, berbagai fakta menunjukkan bahwa format demokrasi yang dipakai oleh Zionis Israel tidak dengan serta merta membuat rezim itu mampu untuk membangun peradaban unggul manusia. Israel saat ini menjelma menjadi rezim pelanggar HAM paling konsisten di dunia. Lebih dari lima juta orang Palestina saat ini terusir dari kampung halaman mereka, hingga terlunta-lunta di berbagai negara dunia. Puluhan, bahkan ratusan ribu warga Palestina terbantai secara tragis oleh mesin-mesin perang Israel. Penjara-penjara Israel saat ini juga dipenuhi oleh puluhan ribu warga Palestina yang ditangkap tanpa pengadilan.

Sudah lebih dari empat puluh draft usulan resolusi kecaman atas berbagai kejahatan kemanusiaan Israel atas Palestina yang sudah diratifikasi oleh masyarakat dunia, termasuk yang dibuat oleh negara-negara dan lembaga-lembaga HAM Barat. Kalau saja tidak diveto oleh sekutu terdekat Israel, yaitu Amerika, Israel sudah berkali-kali terkena sanksi. Sungguh sangat tidak masuk akal bahwa rezim pelaku kejahatan kemanusiaan malah dinyatakan sebagai pembela HAM; dinyatakan sebagai negara demokratis yang menjunjung kemanusiaan.

Kasus terakhir yang menjadi sorotan internasional adalah protes kaum Yahudi kulit hitam di Israel. Berbagai media melaporkan, ratusan imigran Yahudi berkulit hitam yang kebanyakan berasal dari Ethiopia melakukan unjuk rasa turun ke jalanan di hampir seluruh kawasan Israel. Mereka menyatakan kemarahan atas terbunuhnya seorang pemuda Yahudi kulit hitam berusia 24 tahun karena ditembak seorang polisi Israel. Unjuk rasa itu segera berubah menjadi protes terhadap kebijakan-kebijakan rasis Rezim Zionis.

Baca: Israel Terbukti Bukan Negara Demokratis di Timur Tengah

Data kependudukan menunjukkan bahwa  jumlah warga Yahudi kulit hitam di Israel mencapa angka 140.000 orang. Sekitar 50.000 di antaranya lahir di kawasan Israel. Meskipun demikian, kehidupan mereka bisa disebut sangat sulit karena sering menerima perlakuan rasis dari kaum Yahudi kulit putih.

Adanya perlakuan yang tidak setara bagi kaum Yahudi dengan warna kulit berbeda tentulah sebuah pelanggaran paling elementer atas konsep kesetaraan (equality). Ini adalah contoh paling benderang dari rasisme, yang menyatakan bahwa ras kulit putih punya derajat lebih di atas ras kulit lainnya. Lebih parah lagi, ekspresi rasismenya itu dihubungkan dengan perilaku paling jahat yang mungkin dilakukan manusia: menghilangkan nyawa seorang yang tak berdosa. Ketika ternyata pelakunya adalah aparat negara (seorang polisi kulit putih), maka lengkaplah kejahatan Israel itu.

Anehnya, dengan fakta-fakta seperti itu, AS dan sebagian negara Barat masih tetap memandang Israel sebagai contoh negara demokratis di dunia. (os/editorial/liputanisla

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Analisis

USAID dan Neokolonialisme AS di Asia

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (5): Melawan Israel Itu Irasional

By Farid
Galeri

Falasi Zionis (4): Jangan Pernah Menyalahkan Israel

By Farid
Internasional

Falasi Zionis (2): Karena Zionis Mampu dan Kuat

By Farid
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account