Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

Sarasehan Reaktualisasi Relasi Agama dan Budaya Hasilkan 6 Point Permufakatan

Published 05/11/2018 7 Min Read
Share
7 Min Read
SHARE
Sumber: tribunnews.com

Yogyakarta, Liputanislam.com– Kegiatan Sarasehan Reaktualisasi Relasi Agama dan Budaya yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) di Bantul Yogyakarta menghasilkan 6 point permufakatan. Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Saifuddin mengaku dirinya bersyukur karena kegiatan sarasehan berjalan dengan baik.

“Saya bersyukur proses ini bisa berlangsung sangat baik. Pertukaran fikiran dan gagasan yang terjadi selama sarasehan menjadi bagian yang tidak terpisahkan untuk melahirkan permufakatan,” ucapnya saat menutup acara Sarasehan di Bantul, Yogyakarta, seperti dilansir islamindonesia.id, pada Minggu (4/11).

Menurut Menag,  permufakatan ini memiliki makna tidak hanya bagi budayawan dan agamawan peserta sarasehan,  tapi juga masyarakat secara umum, bahkan dunia, karena saat ini merupakan era global. “Permufakatan ini harus terus kita gulirkan di tempat lain sehingga pikiran ini tidak hanya jadi proses perbincangan tapi juga terjadi internalisasi,” ungkapnya.

Berikut ini rumusan Permufakatan Yogyakarta Agamawan dan Budayawan:

PERMUFAKATAN YOGYAKARTA

AGAMAWAN DAN BUDAYAWAN

Meskipun terakui kenyataan mutakhir kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia mengalami guncangan akibat perkembangan tak terduga di tingkat global sehingga menciptakan banyak perubahan, – yang bahkan fundamental di tingkat lokal atau sampai pada soal eksistensial atau kejelasan jati diri – kita sebagai pemilik sah keberadaan serta kedaulatan Indonesia tetaplah optimistis mampu menjawab secara adekuat semua persoalan dan tantangan yang muncul sebagai akibat di atas. Kitapun percaya, melalui pendidikan yang disempurnakan secara berkelanjutan, kita akan meraih masa depan yang cerah melalui generasi-generasi baru yang (harus) menjadi bonus demografi yang tercerahkan.

Hal tersebut tidak akan dapat tercapai bila kita bersama, baik sebagai individu, bangsa, maupun negara tidak melakukan koreksi – besar dan kecil – dan tidak menciptakan perubahan yang signifikan di semua level/dimensinya: cara berfikir, merasa, bersikap atau bertindak, baik dalam dimensi akal, fisikal, mental hingga spiritual.

Kami bermufakat perubahan-perubahan tersebut antara lain harus terjadi pada:

1. Kalangan agamawan dan budayawan dalam memahami dan mengatasi disrupsi yang terjadi dalam dirinya sendiri sehingga mengganggu bahkan merusak bukan saja iman (keyakinan) umatnya, tapi juga hubungan idealnya dengan kenyataan sosial serta kultural lokal di mana ia berada;

2. Penghayatan serta pengamalan praktik-praktik keagamaan di seluruh sudut negeri ini yang terbukti dalam sejarah yang panjang terintegrasi secara positif, konstruktif, dan produktif dengan praktik-praktik kebudayaan di setiap satuan etnik yang dimiliki bangsa Indonesia;

3. Pendidikan, baik umum maupun agama, formal maupun non formal, dengan memahami dan melanjutkan secara lebih adekuat praksis dan makna pengajaran dalam dunia tradisi, termasuk kemampuan alamiahnya dalam mengakselerasi perkembangan zaman, bagaimanapun radikalnya, dengan antara lain:

I. Memosisikan kembali orang tua dalam peran sebagai guru yang paling mula dan mulia dalam proses pengajaran anak-anak Indonesia;

II. Mengedepankan pengajaran  akhlak dan yang berbasis pada pencerahan kalbu sebelum hal-hal lainnya, mulai dari tahap pendidikan dini hingga tingkat menengah, dengan menggunakan model-model yang menjadi panutan/keteladanan melalui pelbagai produk kebudayaan, antara lain kesenian, seperti: sastra, teater, tari, rupa sebagai tradisi yang masih hidup, juga adat istiadat yang mengintegrasikan dunia religius dan tradisional sebagaimana dipelihara keraton-keraton di seluruh nusantara;

III. Terus memperbaiki dan mengembangkan bahasa agama dan budaya yang mampu menghindarkan dirinya dari diksi, semantika atau retorika yang jumud, intoleran, teologi yang berpihak, atau ideologi yang bertentangan dengan kenyataan aktual, faktual, juga historis bangsa;

IV. Mengatasi secara keras dan tegas mental rendah diri para anak didik dengan contoh-contoh faktual tentang kenyataan-kenyataan keunggulan manusia Indonesia beserta produk-produk kulturalnya;

V. Menanamkan pemahaman dan praktik hidup sedalam-dalamnya bahwa agama (dengan segala pemahaman dan ibadahnya) bukanlah berarti segalanya, dalam arti manusia sudah selesai hanya dengan agama dan menafikan dimensi-dimensi hidup lainnya yang sesungguhnya setara peran dan fungsinya yang konstitutif.

4. Sikap dan perilaku kita, sebagai manusia, kelompok, juga sebuah bangsa, tetap kuat dilandasi oleh nilai-nilai luhur sebagaimana telah dipraktikkan oleh leluhur bangsa Indonesia sebagai bangsa bahari di setiap etniknya, seperti antara lain:

a. Jujur

b. Sabar

c. Bersyukur (berterimakasih pada semua makhluk)

d. Berkesetaraan

e. Berbhineka (pluralis dan multikulturalis) plus wawasan kebangsaan

f. Bergotong-royong

g. Disiplin dan bertanggung jawab

h. Mandiri

i. Saling mengasihi

j. Santun (dalam berpolitik, bertutur, bersikap dan berperilaku)

k. Menerima yang menjadi haknya, bukan sebaliknya

l. Mengedepankan “laku” (praktik dalam foot print, bukan hanya kognisi dalam bentuk footnote)

m. Keterbukaan (open minded)

5. Negara, cq. pemerintah, dalam hal ini tidak hanya berperan dalam memelihara, melayani atau memfasilitasi saja, tapi juga selain terus mengoreksi kekeliruannya, bahkan hingga tingkat sistemik, juga menjadi inisiator dari perubahan-perubahan di semua level/dimensinya, termasuk misalnya menciptakan sebuah narasi yang dapat dan menjadi pijakan bersama (common ground) mulai dari soal siapa, dari mana bermula, hingga akan ke mana Bangsa Indonesia.

6. Mendorong praktik kehidupan beragama untuk melahirkan iman yang membuahkan kesalehan spiritual dan kesalehan sosial.

Mufakat ini tentu akan tidak berarti apa-apa, bila tidak semua pihak berusaha untuk melaksanakannya, di mana karena itu, lembaga-lembaga utama, seperti organisasi agama, komunitas budaya, pemerintah hingga satuan-satuan informal mengimperasi secara kuat (menegaskan dengan tegas) dirinya sendiri untuk melakukan perubahan bahkan revolusi di dalam diri selaras dengan apa yang menjadi isi dari mufakat ini.

Semoga Tuhan yang Mahakuasa dan doa serta harapan leluhur yang mulia memberkati kita dan seluruh upaya baik kita ini.

Kegiatan sarasehan dihadiri oleh beberapa tokoh, diantaranya Abdullah Muhaimin,  Acep Zamzam Noor, Agus Sunyoto,  Agus Noor,  Alissa Wahid,  Aloyisius Budi Purnomo,  Bhante Sri Pannavaro,  Fatin Hamama,  Jamhari,  John Titaley,  M Amin Abdullah,  M Jadul Maula,  Nasirun,  Pandita Mpu Jaya Prema, Purwosantoso, Radhar Panca Dahana,  Ridwan Saidi,  Sudjiwo Agus Hadi (Sudjiwo Tedjo), Wahyu Muryadi,  Wisnu Bawa Tenaya,  dan Zakiyuddin Baidlawi. (ar/kemenag/islamindonesia).

 

 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Indonesiana

[Video:] Terjemahan Pidato Lengkap Presiden Iran di Masjid Istiqlal

By Muhammad
Berita Video

[Video:] Terjemahan Lengkap Pidato Presiden Iran di Indonesia di ICC, Jakarta

By Muhammad
Indonesiana

Raisi: Biarkan Musuh Mati dalam Keadaan Marah Lihat Keakraban Umat Muslim

By Hadi
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account