Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

Mukti Ali: Banyak Jejak Pemikiran Imam Ghazali di Indonesia

Published 05/02/2018 2 Min Read
Share
2 Min Read
SHARE
Sumber: nu.or.id

Tangerang, LiputanIslam.com– Penulis buku Kisah-kisah Ajaib Imam Al-Ghazali, Mukti Ali Qusyairi menyatakan bahwa sanad keilmuan para ulama Nusantara bersambung sampai pada Imam Ghazali melalui Syekh Nawawi Al-Bantani yang berguru pada Syekh Abdusshamad Al-Falimbani. Bahkan menurutnya, setidaknya ada tiga jejak pemikiran Imam Ghazali dalam penetapan hukum di Indonesia. hal itu disampaikan Mukti Ali pada acara diskusi di Islam Nusantara Center (INC) Ciputat, Tangerang, pada Sabtu (3/2).

Ketiga jejak pemikiran Imam Ghazali itu ialah, pertama, dukungan ulama Nahdlatul Ulama (NU) terhadap kepresidenan Soekarno. Kiai NU mendukung penuh Bung Karno. NU juga menyatakan bahwa Bung Karno adalah presiden yang sah secara hukum. Hal itu merujuk pada konsep yang ditawarkan oleh Imam Ghazali, waliyyul amri ad-dlaruri bis syaukah.

“Sangat susah untuk mencari pemimpin Muslim yang sempurna. Syarat pemimpin yang ditetapkan ulama terdahulu itu di antaranya harus mujtahid mutlak, harus hafal Al-Quran, hafal ribuan hadits, harus bisa istinbath dan menggali hukum sendiri. Ini tidak mungkin,” ujarnya.

Bung Karno sah karena darurat kepemimpinan. “Dengan pertimbangan, kalau tidak ada pemimpin akan menimbulkan chaos (kekacauan),” ucapnya.

Kedua, soal tradisi tarian Nusantara. Pada tahun pertama didirikan, NU membolehkan tarian tradisional. Hal itu menurutnya didasarkan pada pandangan Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin pada bab al-ghina. Dalam bab tersebut, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa Nabi Muhammad pernah melihat kaum Habasyah menyanyi dan menari. Nabi tidak menegur dan melarangnya.

Dalam riwayat lain, Sayyidina Umar pernah menanyakan kepada Nabi perihal menyanyi dan menari yang dilakukan Kaum Habasyah di hari raya. Nabi membiarkan mereka karena mensyukuri hari raya. “Selama tidak ada itu (kemungkaran), maka tidak apa-apa,” kata Mukti.

Sementara jejak pemikiran Imam Ghazali yang ketiga adalah kebolehan program Keluarga Berencana (KB). KH Ibrahim Hosen adalah salah seorang yang mendukung KB. Hal itu, menurut Mukti, dikiaskan pada konsep ‘azl (menumpahkan sperma di luar vagina) ala Imam Al-Ghazali. Hal itu diulas dalam kitab Ihya Ulumiddin. “Sebenarnya pembatasan tidak boleh. Tapi yang boleh itu pengaturan. Azl sendiri tujuannya adalah mengatur,” jelasnya. (Ar/NU Online).

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Indonesiana

[Video:] Terjemahan Pidato Lengkap Presiden Iran di Masjid Istiqlal

By Muhammad
Berita Video

[Video:] Terjemahan Lengkap Pidato Presiden Iran di Indonesia di ICC, Jakarta

By Muhammad
Indonesiana

Raisi: Biarkan Musuh Mati dalam Keadaan Marah Lihat Keakraban Umat Muslim

By Hadi
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account