Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

Haedar Nashir: Muhammadiyah Tidak Anti Budaya

Published 21/05/2017 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE
Sumber: suaramuhammadiyah.id

Bantul, LiputanIslam.com– Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan bahwa muhammadiyah tidak pernah anti budaya. Menurutnya, sebagai ormas terbesar di Indonesia, Muhammadiyah justru mendukung kebudayaan bangsa. Hal itu disampaikan Haedar saat membuka gelaran wayang kulit dengan lakon Wahyu Makutha Rama, di komplek Masjid Husnul Khatimah Peleman, Tamantirto, Kasihan, Bantul, pada  Sabtu (20/5).

“Orang selalu menyebut Muhammadiyah tidak suka wayang, ternyata malam ini membuktikan bahwa Muhammadiyah juga suka wayang dan tidak anti budaya dan kebudayaan. Kita mendukung kebudayaan,” ucapnya.

Pada awal sambutannya, Haedar mengapresiasi pagelaran wayang tersebut dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan. Menurutnya, hal ini juga sebagai bukti bahwa Muhammadiyah menghargai dan ikut menjaga tradisi budaya lokal. “Acara ini spesial karena menyambut Ramadhan dengan wayangan, apalagi yang menyelenggarakan PRM Tamantirno,” ujarnya.

Haedar menjelaskan, bahwa Muhammadiyah melalui keputusan tanwir 2000 telah meluncurkan program dakwah kultural. Dakwah dalam konteks ini berarti berusaha menggunakan strategi, bentuk pemahaman dan upaya yang lebih empatik dalam mengapresiasi kebudayaan masyarakat yang akan menjadi sasaran dakwah.

Ia juga mengapresiasi lakon Wahyu Makutha Rama yang dibawakan oleh Ki Seno N dan H Jumadi malam itu. Menurut Haedar, Wahyu Makuta Rama ‘Hasta Brata’ tidak hanya berlaku bagi para pemimpin saja, tetapi setiap manusia, seyongyanya turut mengamalkan dalam arti hidup selaras dengan alam dan menjalankan peran yang diembannya. Sehingga memberi manfaat bagi sesama dan alam semesta.

Pada kesempatan itu, Haedar menjelaskan bahwa Wahyu Makutha Rama dikenal dengan nama ajaran hasta brata. Hasta artinya adalah delapan dan brata berarti tingkah laku atau watak. Hasta brata merupakan pedoman perilaku manusia dengan implementasi prinsip-prinsip hukum alam dalam kepemimpinan. kedelapan unsur alam semesta tersebut menjadi teladan perilaku sehari-hari dalam pergaulan masyarakat terlebih lagi dalam rangka memimpin negara dan bangsa. “Ada banyak hikmah yang bisa diambil, bermakna dan semoga diberkahi Allah,” tuturnya.

Pertama, watak surya atau matahari. Matahari memancarkan sinar terang sebagai sumber kehidupan yang membuat semua makhluk tumbuh dan berkembang. “Matahari simbol untuk menyinari seluruh semesta alam. Muhammadiyah itu menyinari. Kita harus saling menyinari sesama anak bangsa,” katanya.

Kedua, watak candra atau bulan. Cahaya bulan yang lembut dianggap mampu menumbuhkan semangat dan harapan-harapan yang indah. Seorang pemimpin dituntut untuk mampu memotivasi dan membangkitkan semangat rakyatnya dalam semua situasi suka dan duka. Ketiga, watak kartika atau bintang, yang menyimbolkan bahwa pemimpin itu sebagai suri tauladan atau pedoman arah.

Keempat, watak angkasa atau langit, yang menunjukkan bahwa pemimpin harus memiliki keluasan batin, kesabaran, dan kemampuan mengendalikan diri. Kelima, watak maruta atau angin, menunjukkan bahwa pemimpin itu mengisi semua ruang kosong, selalu dekat dengan semua rakyatnya.

Keenam, watak samudera, yaitu laut atau air. Bahwa pemimpin harus menempatkan semua dalam martabat yang sama, adil, dan bijaksana. Ketujuh, watak dahana atau api, menyimbolkan pemimpin harus berwibawa dan menegakkan kebenaran tanpa pandang bulu. Kedelapan, watak bumi atau tanah, menunjukkan pemimpin harus kuat dan bermurah hati. (Ar/Suara Muhammadiyah).

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Indonesiana

[Video:] Terjemahan Pidato Lengkap Presiden Iran di Masjid Istiqlal

By Muhammad
Berita Video

[Video:] Terjemahan Lengkap Pidato Presiden Iran di Indonesia di ICC, Jakarta

By Muhammad
Indonesiana

Raisi: Biarkan Musuh Mati dalam Keadaan Marah Lihat Keakraban Umat Muslim

By Hadi
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account