Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Dari Redaksi

Heboh Serangan Gas Sarin: Isu Baru, Pola Lama

Published 07/04/2017 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Otong Sulaeman

LiputanIslam.com –Dunia kembali heboh soal Suriah. Kali ini, muncul berita yang disebarkan oleh media-media main stream dunia (CNN, BBC, dll) yang menyatakan bahwa telah terjadi serangan brutal yang dilakukan oleh tentara rezim Bashar Assad yang dibantu oleh Rusia. Serangan itu disebut sangat brutal karena menggunakan senjata maut gas sarin. Puluhan warga sipil, sebagiannya anak-anak, tak berdaya meregang nyawa karena terpapar gas maut itu.

Ini adalah isu baru yang menyusul ratusan isu lain yang terkait dengan krisis Suriah. Isu ini sama seperti isu-isu sebelumnya, telah memantik gelombang kemarahan di dunia. Bahkan, isu ini diprediksi akan menimbulkan situasi yang benar-benar lebih memperburuk krisis Suriah, karena AS dikabarkan telah menembakkan misssile-nya ke posisi tentara Suriah.

Akan tetapi, sejatinya, design isu ini adalah pola-pola lama, yang bahkan sudah pernah terjadi sejak AS melancarkan apa yang mereka sebut sebagai perang melawan terorisme di Afganistan, dan terutama di Irak. Saat itu, AS secara sepihak melansir berita bahwa Saddam memiliki senjata nuklir dan kimia. Tak lupa, Menteri Pertahanan Collin Powell menunjukkan foto-foto satelit yang menunjukkan lokasi pabrik senjata ilegal tersebut. Foto-foto itu lalu disebarluaskan secara masif oleh media-media mainstream dunia.

Dengan alasan itulah (dan alasan lainnya seperti bahwa Saddam terafiliasi dengan kelompok teroris Al-Qaeda), AS melancarkan serangan unilateral ke Irak. Akan tetapi, setelah serangan dilancarkan dan meluluhlantakkan Irak, AS baru mengakui bahwa semua tuduhan itu hanya isapan jempol alias kebohongan. Para pejabat AS dengan entengnya mengatakan bahwa terjadi kesalahan laporan. Bahkan, George W. Bush tanpa malu-malu mengatakan bahwa ia tak pernah menuduh Saddam punya senjata nuklir.

Itulah pula yang berkali-kali terjadi di Suriah. Dan tampaknya, pola yang sama inilah yang terjadi terkait dengan isu gas sarin. Sedikit saja kita melacak sumber-sumber beritanya, kita akan langsung bersikap skeptis. Sumber pertama yang merilis berita ini adalah Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), sebuah LSM yang berbasis di sebuah aprtemen mewah di London. Kemudian, yang dikutip adalah pernyataan Hussein Kayal, seorang fotografer untuk Edlib Media Center (EMC). EMC adalah lembaga yang terafiliasi dengan kelompok teroris. Demikian juga dalam sebuah tayangan video yang dirilis oleh BCC, seorang bernama Mohammed menceritakan kesaksiannya tentang apa yang terjadi di Suriah. Dia mengenakan pakaian dan helm resmi Syria Civil Defence, nama lain dari White Helmets. Ini adalah lembaga yang didana oleh George Soros. Di Suriah, White Helmets bekerja di bawah komando kelompok teroris Jabhat Al-Nusra.

Ini adalah pelanggaran kode etik jurnalistik paling elementer, karena semua berita bersumber dari satu pihak yang berseteru. Karena itu, sulit untuk dipastikan kebenaran narasi yang tersebar itu. Kita tak pernah bisa memastikan bahwa peristiwa ini betul-betul pernah terjadi. Kalaupun memang benar terjadi, kita juga tidak bisa memastikan bahwa pelakunya adalah tentara Suriah dan Rusia.

Adalah sebuah kebodohan jika kita kembali terjerembab ke dalam jeratan narasi yang dibangun secara sepihak oleh AS dan sekutunya. Sayangnya, banyak di antara kita yang malah ikut menebar jeratan fitnah dan kebohongan itu. Anehnya, di saat menebarkan fitnah yang mematikan itu, mereka merasa sedang melakukan kebaikan dan jihad. Makanya, klarifikasi dong (fatabayyanuu)!  (editorial/liputanislam/ot)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Timur Tengah

Israel Tak Lagi Pamerkan Penerbangan dan Pendaratan Jet F-35 Setelah Diserang Iran

By Muhammad
Timur Tengah

Erdogan Mengaku akan Mengundang Bashar Al-Assad ke Turki

By Muhammad
Timur Tengah

Iran Sebut Lebanon akan Jadi Neraka bagi Israel Jika Pecah Perang

By Muhammad
Timur Tengah

Media Israel Mewanti Skenario Iran Dekat Mesir

By Muhammad
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account