Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

Kiai Ma’ruf Amin: Ayat Perang Tak Relevan Dipakai di Indonesia

Published 25/03/2017 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Jakarta, Liputanislam.com– Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara damai, sehingga ayat-ayat perang tidak relevan kalau digunakan di Indonesia. Hal itu disampaikan kiai Ma’ruf pada saat memberikan pengarahan kepada para peserta Workshop Pencegahan Propoganda Radikal Terorisme di Dunia Maya Bersama OKP dan Ormas, di Jakarta, Rabu (22/3).

“Banyak ayat al-Qur’an tentang perang yang dipakai di daerah damai. Indonesia negara damai dan ayat itu tidak berlaku. Indonesia merupakan darussalam, negara damai yang bukan dalam wilayah perang,” tegasnya.

Menurut Kiai Ma’ruf, radikalisme dan terorisme muncul karena pemahaman yang keliru tentang makna jihad. Padahal jihad itu bukan hanya soal perang, namun bisa bermakna perbaikan segala aspek seperti sosial, budaya, politik, ekonomi, dan sebagainya. “Radikalisme dan terorisme berasal dari pemahamaan yang keliru khususnya memahami makna jihad. Dalam kondisi perang, jihad bisa berarti perang. Tetapi dalam kondisi damai, jihad bermakna perdamaian yang harus terus diusahakan” ujarnya

KH Ma’ruf Amin yang juga sebagai Rais Aam PBNU itu mengatakan bahwa masalah radikalisme sudah merupakan bahaya global. Sehingga harus ditangkal dengan berbagai cara, termasuk melalui dunia maya. Ia juga mengajak kepada masyarakat dan seluruh media untuk bersatu menyuarakan konten-konten damai kontra-radikalisme agar khalayak banyak paham tentang konten yang benar.

Kiai Ma’ruf menambahkan, selain pemahaman yang keliru tentang makna jihad, paham radikal juga dapat terjadi karena tidak sedikit orang yang hanya belajar Islam di media sosial. “Ada seseorang yang tidak pernah terlihat ngaji tetapi tiba-tiba jadi radikal, ternyata belajarnya dari media sosial,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan, bahwa non-muslim yang sudah membuat kesepakatan dengan Muslim tidak boleh dimusuhi dan dibunuh. Menurutnya, siapapun yang membunuh non-Muslim yang sudah sepakat hidup dalam perjanjian maka ia tidak tidak akan mencium bau surga. Apalagi dalam konteks Indonesia, kita adalah negara yang dibangun di atas kesepakatn dan perjanjian (konsensus) bersama, sehingga paham radikalisme dan terorisme harus dilawan.

Oleh karena itu, NU sebagai ormas keagamaan terbesar di Indonesia mengedepankan prinsip ukhuwah (kebersamaan) yang ia sebut sebagai tri ukhuwah, yaitu ukhuwah wathaniyyah (kebersamaan dalam bernegara), ukhuwah islamiyyah (kebersamaan dalam agama Islam), dan ukhuwah insaniyyah (kebersamaan antar sesama manusia). (Ar/Nu Online).

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Indonesiana

[Video:] Terjemahan Pidato Lengkap Presiden Iran di Masjid Istiqlal

By Muhammad
Berita Video

[Video:] Terjemahan Lengkap Pidato Presiden Iran di Indonesia di ICC, Jakarta

By Muhammad
Indonesiana

Raisi: Biarkan Musuh Mati dalam Keadaan Marah Lihat Keakraban Umat Muslim

By Hadi
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account