Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

Kopi Luwak Buatan Mahasiswa Indonesia Jadi Juara di Taiwan

Published 19/01/2017 4 Min Read
Share
4 Min Read
SHARE

Jakarta, LiputanIslam.com–Kopi merupakan komoditas yang sangat populer saat ini di dunia. Indonesia yang merupakan negara pengeekspor kopi keempat di dunia mendapatkan banyak keuntungan dari tingginya permintaan kopi dari luar negeri. Apalagi, Indonesia memiliki sebuah kopi khas yang telah terkenal karena proses pembuatannya melibatkan hewan luwak. Apalagi jika bukan Kopi Luwak. Dan berkat kopi ini pula tiga mahasiswa asal Universitas Jember berhasil membawa pulang medali emas di Taiwan pada 11 Desember yang lalu.

Di Indonesia, kopi luwak merupakan salah satu jenis kopi yang memiliki nilai tinggi. Bukan hanya karena dalam proses pemilihan bijinya melibatkan hewan Luwak, tetapi juga karena kopi ini dipercaya memiliki tingkat keasaman yang rendah sehingga aman bagi pencernaan. Berbeda dengan kopi jenis lain yang terkadang tidak bersahabat dengan lambung peminum kopi yang sensitif.

Menariknya, mahal dan rumitnya proses pembuatan Kopi Luwak menarik perhatian tiga mahasiswa dari Universitas Jember. Mereka melihat bahwa rupanya Kopi Luwak memiliki banyak permasalahan serius dalam proses pengolahannya. Permasalahan seperti penolakan pasar akibat adanya pemaksaan Luwak untuk memakan biji kopi misalnya, menjadi isu yang sangat diperhatikan dikalangan pemerhati kesejahteraan binatang.

Lain pula dengan masalah kebersihan dan kehalalan. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, aspek kehalalan Kopi Luwak juga menjadi perdebatan. Sehingga menurut Tri Angga Maulana, M. Ali Firdaus dan Bagas Rizky Aldiano, kopi luwak perlu dibuat dengan cara yang baru yakni dengan teknik artifisial.

Teknik artifisial yang dimaksud adalah dengan meniru proses pengolahan biji kopi yang semula harus melewati lambung Luwak, diubah menjadi dengan cara konvensional namun dengan cermat disesuaikan. Tujuannya adalah agar dapat menyerupai lambung Luwak sehingga kopi yang dihasilkan mampu mendekati cita rasa kopi Luwak asli. Mereka menamakan kopi tersebut dengan nama Kolutan yang merupakan akronim dari Kopi Luwak Buatan.

“Yang membedakan kopi luwak artifisial kreasi kami dengan yang lain adalah pada kadar cita rasa dan aromanya. Dari tes cita rasa dan aroma yang dilakukan oleh Pusat Kopi dan Kakao Jember, kopi luwak artifisial kami mendapatkan nilai 85,25. Sementara nilai cita rasa dan aroma kopi luwak yang asli adalah 86, jadi kopi buatan kami sudah mirip dengan kopi luwak asli,” jelas Tri Angga Maulana seperti dikutip dari lama resmi Universitas Jember.

Keberhasilan mereka rupanya terletak pada formula yang berhasil mereka temukan yang rencananya akan dipatenkan. Bagas Rizku Aldianon menjelaskan, “resepnya tergantung pada tiga hal, yakni suhu saat menggoreng, pemberian enzim protease yang tepat, serta pengadukan yang pas. Semuanya kami tiru dari kondisi lambung luwak saat mencerna kopi. Tapi mohon maaf, kami tidak bisa membuka resepnya karena akan kami patenkan dahulu.”

Berkat inovasi ini, ketiganya berhasil membawa pulang medali emas dalam ajang Kaohsiung International Invention and Design Expo di Kaohsiung, Taiwan 9-11 Desember yang lalu. Kemenangan ini pun mendatangkan berbagai apresiasi. Seperti saat pameran di ajang perlombaan misalnya, yang ternyata banyak pengunjung yang tertarik meminum kopi buatan mereka.

Kaohsiung International Invention and Design Expo adalah kegiatan tahunan yang dimotori oleh World Invention Intellectual Property Association (WIIPA). Event ini bertujuan untuk mengangkat hasil-hasil temuan baru ke level internasional, meningkatkan kerjasama antara penemu, membantu paten temuan baru, serta mendorong kaum muda khususnya kalangan mahasiswa untuk aktif melakukan penelitian yang dapat menghasilkan penemuan baru.

Organisasi WIIPA sendiri kini beranggotakan 23 negara di dunia termasuk Indonesia. Tercatat 26 negara ikut ambil bagian dalam ajang Kaohsiung International Invention and Design Expo. Tahun ini Indonesia mengirimkan enam tim yang berasal dari Universitas Jember, Universitas Sumatera Utara, Universitas Mercu Buana Jakarta (2 tim), dan Universitas Islam Indonesia Yogyakarta (2 tim). Dan di ajang tersebut para anak bangsa berhasil membawa pulang 4 Gold medals, 2 Silver medals, dan 1 Bronze medal.(ra/goodnewsfromindonesia)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Indonesiana

[Video:] Terjemahan Pidato Lengkap Presiden Iran di Masjid Istiqlal

By Muhammad
Berita Video

[Video:] Terjemahan Lengkap Pidato Presiden Iran di Indonesia di ICC, Jakarta

By Muhammad
Indonesiana

Raisi: Biarkan Musuh Mati dalam Keadaan Marah Lihat Keakraban Umat Muslim

By Hadi
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account