Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

Tempe Naik Kelas di Belanda

Published 11/05/2015 5 Min Read
Share
5 Min Read
SHARE
Steak Tempe/Resephariini.com
Steak Tempe/Resephariini.com

Belanda, LiputanIslam.com – Tempe disajikan secara menarik oleh tiga Chef Indonesia dari tiga negara, Belanda, Belgia dan Republik Ceko dalam acara promosi kuliner yang bertajuk Temp(e)tation dengan tema “When Tempe can make its own words”, di restoran Bali James, Breda, Belanda.

Acara Temp(e)tation menghadirkan Chef Jimmy Lo Hamzah (Belanda), Yudi Yahya (Belgia) dan Ari Mundandar (Republik Ceko) dengan mengundang para jurnalis majalah kuliner, bloggers, pengusaha restoran, serta artis Belanda, demikian Minister Counsellor Penerangan Sosial dan Budaya KBRI Den Haag, Azis Nurwahyudi, seperti dilansir Antara London.

Dikatakannya tempe diolah sebagai bahan dasar aneka makanan yang cocok untuk disajikan dalam fine dining. Tidak kalah dengan makanan dari manca negara, tiga chef Indonesia menerima tantangan menyajikan tempe dengan rasa dan sajian yang menawan.

“Tempe yang biasanya diolah secara traditional, kali ini menjadi makanan kelas tinggi karena garapan ketiga chef tersebut,”  ujarnya.

Chef Jimmy Lo Hamzah, menyajikan Botok Tempe yang biasanya dimasak secara tradisional menjadi makanan pembuka dengan racikan ayam, daun kemangi, potongan kelapa dan dibungkus dengan daun pisang, Botok Tempe terasa khas namun menjadi berbeda karena penyajian.

Selain Botok, Jimmy juga meyajikan Perkedel Tempe yang digabungkan dengan nasi dan sayur lodeh. Perkedel Tempe sangat cocok sebagai pasangan sayur lodeh.

Chef Yudi Yahya yang tampil pada sesi kedua, menyajikan Tempe dimasak mirip makanan Eropa dengan nama Le Tempe de Mer. Dipadu dengan scallop, asparagus dan mojo menjadikan Tempe menjadi semacam steak yang rasanya luar biasa.

Sedangkan menu kedua Tempe dipadukan dengan udang, diberi nama Sailing Tempe on Prawn. Tempe menjadi bahan utama disajikan bersama kentang yang dilembutkan disantap dengan udang bakar.

Pada sesi terakhir acara Temp(e)taion menghadirkan Chef Ari Munandar dari Indonesia yang pernah menyajikan makanan untuk Dalai Lama dan Robert de Niro menampilkan makanan a-la Italia berbahan dasar Tempe.

Raviolo Tempe Mangiami, kreasi Ari yang menampilkan potongan Tempe untuk isian Raviolo, makanan khas Italia. Padu padan ini menghasilkan rasa dan penampilan yang tidak kalah menarik dibanding makanan Italia lainnya. Ari juga menyajikan Sparkling Seaworld, tempe yang disajikan dengan ikan dan puree Tempe dengan sauce clam.

Bagi Ari Munandar, menjajikan Tempe dengan kelas yang berbeda, merupakan tantangan tersendiri. Sebagai chef yang malang melintang di Republik Ceko, ia tertantang menginternasionalkan Tempe dan memasukkan dalam menu fine-dining.

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Den Haag, Ibnu Wahyutomo mengatakan Tempe merupakan makanan tradisional khas Indonesia ini dapat menjadi salah satu aset diplomasi kuliner Indonesia. Ibnu juga menyinggung tentang asal usul Tempe dan sejarahnya sama tuanya dengan sejarah Yogyakarta itu sendiri.

Para undangan mendapatkan penjelasan tentang asal usul Tempe yang sudah tertulis di Serat Sri Tanjung (Abad 12) dan proses pembuatan Tempe di Jawa, Indonesia, termasuk berbagai jenis tempe yang ada seperti Tempe Koro, Tempe Benguk, dan Tempe Gembus.

Selama acara Temp(e)tation berlangsung, undangan memberikan komentar yang tidak menyangka Tempe diolah dengan menggabungkan masakan lain menjadi lebih unik, lebih enak dan menarik.

Makanan tersebut terasa seperti sesuatu yang menggabungkan antara Timur dan Barat, seperti pendapat Ricky Risolles, artis Belanda keturunan Indonesia yang sangat menyukai makanan leluhurnya, sehingga namanya beken-nya pun memilih Risolles.

Detty Janssen, seorang food blogger, menggagas acara menyampaikan niatnya untuk melakukan promosi Tempe yang sudah dikenal di Belanda. “Tempe yang selama ini dimasak secara tradisional dapat ditingkatkan menjadi makanan kelas tinggi, tidak sebagai pengganti daging tapi sebagai menu utama,” ujar Detty, yang lama menetap di Belanda.

Acara Temp(e)tation ini merupakan salah satu bentuk diplomasi kuliner hasil kerjasama antara KBRI Den Haag dengan masyarakat Indonesia di Belanda. Saat ini di seluruh Belanda terdapat sekitar 1.600 rumah makan Indonesia.

Promosi Tempe menjadi salah satu makanan kelas tinggi adalah upaya menjadikan Tempe, yang mudah di dapat di Belanda, sebagai makanan khas Indonesia yang layak dikonsumsi di berbagai restoran dan hotel modern, demikian Azis Nurwahyudi. (Antara/fie)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Indonesiana

[Video:] Terjemahan Pidato Lengkap Presiden Iran di Masjid Istiqlal

By Muhammad
Berita Video

[Video:] Terjemahan Lengkap Pidato Presiden Iran di Indonesia di ICC, Jakarta

By Muhammad
Indonesiana

Raisi: Biarkan Musuh Mati dalam Keadaan Marah Lihat Keakraban Umat Muslim

By Hadi
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account