Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

Mantan Jihadis, Tolak Bergabung Dengan ISIS

Published 09/04/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

say_no_alshabaab-620x330Jakarta, LiputanIslam.com — Akhir Maret lalu, Indonesia dihebohkan dengan berita tewasnya Muhammad Ridwan Abdurrahman, putera dari Abu Jibril, salah satu pentolan Majelis Mujahidin. Kabarnya, keluarga Abu Jibril menanggapi kepergian puteranya dengan sukacita, karena yakin bahwa ia telah syahid dan akan bersua dengan bidadari surga. Berita ini tentu tidaklah mengagetkan, mengingat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme telah menyampaikan bahwa ada ratusan WNI yang telah bergabung dengan faksi-faksi teroris di Timur Tengah.

Di sisi lain, perekrutan jihadis baru juga sangat gencar dilakukan melalui dunia maya, meski akhirnya pemerintah mengambil tindakan dengan memblokir 22 situs ‘Islam’ yang dianggap memuat konten yang berbahaya seperti terorisme dan radikalisme. Sepanjang tahun 2014 juga banyak digelar deklarasi/ baiat kepada Abu Bakar al-Baghdadi, pemimpin Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS/ISIL/IS) yang diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia.

Anehnya, justru banyak jihadis asal Jawa Tengah menolak bergabung dengan ISIS kendati diiming-imingi kemakmuran. Mereka memilih bekerja secara halal di Indonesia karena menurutnya, hal itu juga bagian dari jihad.

Seorang mantan jihadis, Yusuf Adirima alias Abu Husna mengungkapkan, bahwa ia berhenti dari dunia radikalisme turut mengubah pandangannya tentang konsep rezeki. Dulu, ia mengakui rezeki di bawah kilauan panji-panji jihad.

“Rezeki adalah Ghanimah, yakni segala harta kekayaan orang-orang kafir yang dikuasai oleh kaum muslimin melalui perang penaklukan (harta rampasan perang). Dulu rezeki di bawah kilauan pedang,” kata Yusuf, seperti dilasnir Tribun Jateng, Rabu, 8 April 2015.

Kini, Yusuf punya pendapat lain berkaitan dengan rezeki. Baginya rezeki sesuai ajaran Rasul adalah bagi mereka yang rajin berusaha. “Tidak mesti melalui rampasan perang,” tandasnya.

Ia berujar sebenarnya ada dua konsep mata pencaharian (rezeki) yang dijalankan para jihadis yaitu amal sehari-hari dan amal dari perang. Dulu amal (rezeki) dari perang jadi rezeki primer, sekarang usaha sehari-harilah yang jadi amal utama.

“Bagi saya rezeki itu pilihan amal. Kalau di lapas, amal terbaik adalah baca Quran. Ketika keluar, sebaliknya, saya harus berinteraksi dengan kehidupan yang kompleks,” tuturnya.

Ia tidak menampik cerita masa lalunya. Namun, terkait Islam yang dipikirkannya saat ini adalah Islam sebagai jawaban. Jika ada pengangguran, bagaimana Islam menjawabnya dan lain sebagainya.

“Begitu juga sebagai kaum muslim yang hidup di Indonesia. Sudah seharusnya usaha yang dilakukannya sesuai aturan yang ada di Indonesia,” tandasnya.

Bagaimana kisah Yusuf ketika menjadi jihadis? (Baca selanjutnya: Letakkan Senjata, Mantan Jihadis Buka Usaha Kuliner) [ba]

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Indonesiana

[Video:] Terjemahan Pidato Lengkap Presiden Iran di Masjid Istiqlal

By Muhammad
Berita Video

[Video:] Terjemahan Lengkap Pidato Presiden Iran di Indonesia di ICC, Jakarta

By Muhammad
Indonesiana

Raisi: Biarkan Musuh Mati dalam Keadaan Marah Lihat Keakraban Umat Muslim

By Hadi
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account