Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

Civic-Islam Obati Masyarakat dari Wabah Fundamentalisme dan Eskapisme

Published 07/03/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Civic IslamBandung, LiputanIslam.com — Apa bedanya civic-Islam dengan diskursus lain semacam Civic-Society, Islam Inklusif, Primbumisasi Islam dan lain-lain. Bagaimana pula dengan garis perjuangan civic-Islam? Demikian salah satu pertanyaan yang muncul di ruang diskusi Aula Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Jumat 6 Maret 2015.

Faiz Manshur yang menjadi narasumber pada diskusi bertema “Civic-Islam dan Republikanisme” tersebut menjawab, letak perbedaan utamanya pada konsepsi kewargaan. Konsepsi ini menurut Faiz Manshur selama ini kosong dijadikan kajian serius, dan tidak juga menjadi perhatian pegiatan ke-Islaman di Indonesia. “Kalau sekadar wacana kewargaan terkait dengan Islam dalam artian umum itu sudah biasa kita dengar, tetapi civic-Islam sebagai konsepsi pemikiran ini masih kosong di Indonesia,” paparnya.

Faiz berpendapat bahwa secara umum, kajian civic-Islam perlahan-lahan sejak sepuluh tahun belakangan mulai mengemuka di beberapa Negara. Penggeraknya adalah para intelektual-intelektual baru yang kreatif mencari terobosan untuk menjawab persoalan kontemporer Islam berkaitan dengan dunia global.

“Nah, di Indonesia sebenarnya sudah agak telat. Karena itu kita segera mencoba menawarkan gagasan civic-Islam ini karena selain dibutuhkan dalam ranah politik Islam, juga jangan sampai telat menggerakkan. Anggap saja civic-Islam ini obat untuk mengatasi penyakit dalam umat Islam, karena itu setelah menimbah ketepatan dan kecocokan dengan jenis penyakit, juga jangan sampai telat,” paparnya.

Terkait dengan garis perjuangan kewargaan, Faiz Manhur mengatakan, bahwa civic-Islam fokus pada tiga jenis perjuangan kewargaan. “Tiga hal itu adalah “perjuangan kewargaan-sosial (social citizenship), kewargaan-politik (political citizenship), dan kewargaan-ekonomi (economic citizenship),”.

Faiz Manshur melanjutkan penjelasan, Civic-Islam itu ibarat obat karena ingin mengobati masyarakat yang sakit akibat tertimpa wabah fundamentalisme dan eskapisme, termasuk paham Islamisme dalam politik yang sekarang mengalami kegagalan.

“Islam-politik dengan partai-partai politik berideologi Islam sudah terbukti gagal. Mereka tidak mampu menjawab kebuntuan demokrasi di Republik Indonesia, bahkan sekarang menjadi bagian dari problem. Adapun fundamentalisme politik pengusung daulah Islamiah, khilafah, dan seterusnya juga tidak bisa diharapkan menjadi solusi.

Nah, di luar itu islam anti sosial juga marak. Banyak kelas menengah muslim di perkotaan misalnya, Nampak Islami, tapi sebatas busana. Sementara gaya hidupnya konsumeristik dan lupa tanggungjawab memberi perhatian pada kelompok lemah. Padahal perhatian terhadap kewargaan itulah esensi utama perjuangan nabi,” jelasnya. (S.Sakri)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Indonesiana

[Video:] Terjemahan Pidato Lengkap Presiden Iran di Masjid Istiqlal

By Muhammad
Berita Video

[Video:] Terjemahan Lengkap Pidato Presiden Iran di Indonesia di ICC, Jakarta

By Muhammad
Indonesiana

Raisi: Biarkan Musuh Mati dalam Keadaan Marah Lihat Keakraban Umat Muslim

By Hadi
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account