Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

Berawal dari Amal, Banjir Pesanan Bakpia di Austria

Published 27/02/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

Bakpia 2Yogyakarta, LiputanIslam.com — Berawal dari acara amal, Tari Hayuningrum (35) berhasil menjajakan bakpia ke bumi Eropa, tepatnya Austria. Bakpia, yang merupakan penganan asli Yogyakarta ini, merupakan salah satu kekayaan kuliner Indonesia, ternyata digemari oleh bule-bule Austria.

Pada Desember 2014 lalu, Tari mulai menjajakan penganan khas Yogyakarta ini dalam acara amal di Austria untuk menggalang dana bagi pelestarian hutan di Kalimantan, Indonesia.

“Kebetulan Desember lalu, saya sama teman orang Austria, bikin acara charity di winter market. Jadi hasil penjualan bakpia saya sumbangkan ke hutan di Kalimantan, di Malinau tepatnya,” tutur Tari, seperti dilansir Merdeka, Minggu (22/2/2015).

Bermula dari acara amal itulah, Tari kebanjiran pesanan bakpia dari teman dan kerabat, baik WNI maupun warga asli Austria. Sejak saat itu, Tari memutuskan untuk fokus menggarap bisnis bakpia di Austria.

“Setelah habis (acara penggalangan dana) itu, justru saya kebanjiran pesanan bakpia. Warga Austria suka, lembut di kumbunya lembut.  Kumbu itu isi bakpia,” ungkap Tari.

Tari memaparkan, dirinya mengolah sendiri bakpia pesanan pelanggan. Oleh sebab itu, dirinya belum mampu untuk memproduksi bakpia secara terus menerus. “Kalau saya sedang capek atau banyak kerjaan lain, saya tutup pesanan bakpia. Karena menyita waktu untuk bikin bakpia. Saya kerjakan semuanya sendiri kecuali bikin box bakpia, suami saya yang bikin box biasanya,” tutur lulusan UNY ini.

“Kebetulan saya hobi masak. Jadi saya menerima orderan teman-teman Indonesia yang di sini, makanan Indonesia segala macam. Saya sering terima pesanan makanan sejak kuliah sih. Dulu sering bikin tempe, terus dijual ke orang-orang Indonesia,” papar Tari.

“Saya ingin memperkenalkan makanan Indonesia kepada orang Austria. Saya fokus terima orderan bakpia karena kebetulan tidak tersedia bakpia atau tidak ada yang jual bakpia di Eropa. Alhamdulillah, banyak peminatnya,” ungkap Tari.

Saat ini, Tari baru bisa menjajakan bakpia sesuai pesanan. Hal ini lantaran sulitnya mendapatkan izin usaha di Austria. Tari mengaku tidak bisa berjualan bebas di Austria. Dirinya harus mendapat izin usaha dan untuk mendapatkan izin usaha dari pemerintah Austria, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, antara lain memiliki tempat usaha, memiliki pegawai, dan Tari juga harus punya sertifikat masak.

Untuk mendapatkan pelanggan, Tari memanfaatkan akun media sosial sebagai ajang promosi. Sistem yang digunakan Tari adalah membuka pre order di mana pesanan dibuat setelah kuota minimal untuk produksi terpenuhi. (ba)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Indonesiana

[Video:] Terjemahan Pidato Lengkap Presiden Iran di Masjid Istiqlal

By Muhammad
Berita Video

[Video:] Terjemahan Lengkap Pidato Presiden Iran di Indonesia di ICC, Jakarta

By Muhammad
Indonesiana

Raisi: Biarkan Musuh Mati dalam Keadaan Marah Lihat Keakraban Umat Muslim

By Hadi
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account