Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Notification Show More
Font ResizerAa

Liputan Islam

Tajam, Berimbang, Terpercaya

Font ResizerAa
  • Fokus
  • Internasional
  • Nasional
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
  • Fokus
  • Internasional
    • Amerika – Eropa
    • Asia – Afrika
    • Timur Tengah
  • Nasional
    • Indonesiana
  • Berita Video
  • Liputan
  • Wawancara
  • Opini
    • Analisis
    • Tabayun
    • Pemikiran
  • Budaya
  • Keluarga
  • Kajian
Follow US
Indonesiana

Gusdur dan Imlek di Mata Remy Sylado

Published 26/02/2015 3 Min Read
Share
3 Min Read
SHARE

IMG_2999Jakarta, LiputanIslam.com — Budayawan dan penulis produktif Remy Sylado mengatakan, perayaan Imlek di Indonesia harus disyukuri, terutama oleh mereka yang merayakan karena selama 32 tahun pemerintahan Orde Baru, sama susahnya dengan 3,5 tahun penjajahan Jepang. Sekarang orang-orang keturunan Cina di Indonesia sudah bebas merdeka merayakan Imlek.

“Kita, terutama saudara-saudara keturunan Cina harus kamsia kepada Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid-red) yang telah mencabut PP 14/67 yang sangat diskriminatif kepada orang Cina,” katanya kepada Liputan Islam, 17 Februari 2015 di kediamannya, Cipinang Muara Jakarta Timur.

Budayawan yang berpikir progresif dan pluralis itu menceritakan bahwa dirinya secara khusus harus mengapresiasi apa yang pernah dilakukan Gus Dur terkait dengan perjuangannya untuk kepentingan bangsa.

“Saya secara khusus menuliskan sosok Gus Dur di dalam Novel Sinologi Dalam Fiksi (*Novel Perempuan Bernama Arjuna Jilid II*—Red) karena dalam novel tersebut bicara sejarah Cina di Indonesia, dan di situ Gus Dur punya peranan sejarah yang penting,” tuturnya.

Ditanya tentang perayaan Imlek sebagai perayaan milik agama Konghucu ketimbang milik orang Cina, Remy menjawab, “Memang ada peranan atau  jasa Konghucu yang menjadi landasan dalam tradisi Imlek itu. Tetapi sebenarnya perayaan dengan istilah ‘gong xi fa chai’ adalah ekspresi khas orang Cina pada sisten penanggalannya yang memberi berkah kepada manusia hidup secara umum terutama kepada kaum tani yang mayoritas di negeri Cina,” jelas Remy.

Menurut budayawan yang gemar memakai akik ini, hal tersebut terjadi karena Imlek tak lepas dengan hubungannya dengan ketepatan waktu, bagi petani untuk bercocok tanam.

“Memang, tak salah, adalah Konghucu yang berhasil menghitung keadaan alam, dan waktu yang tepat bagi manusia untuk bekerja. Kecendekiaan Konghucu itu, disertai dengan ajaran-ajaran pekerti, susila, akhlak, adab, bagi orang Cina disebut ‘nabi’,” paparnya.

Benarkah Konghucu itu nabi?

“Ojo kagetan tho. Penganut Konghucu menyebut Xian Zhi, atau di Indonesia sama dengan nabi dalam artian karena pengertian nabi itu universal,” ujar Remy berargumentasi.

Remy menjelaskan, kata ‘nabi’ dalam bahasa Indonesia memang diserap dari bahasa Arab. Tapi bahasa Arab sendiri menyerap dari bahasa Ibrani lingkungan Yahudi sebagai bangsa pertama di muka bumi ini yang menganut monoteisme.

“Nah, dari bahasa Ibrani itu, ‘nabi’ artinya ‘orang yang memberi inspirasi’. Jadi, dalam konteks itu, tidaklah salah kata ‘nabi’ dipakai oleh pihak agama Konghucu di Indonesia untuk menyebut Konghucu,” terangnya. (Ferlita/Ahmadi)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Dead0
Wink0

Latest News

Get Started
Intelijen AS Bantah Klaim Trump tentang Iran Garap ICBM

London, LiputanIslam.com –     Intelijen AS tidak mendukung klaim Presiden AS Donald Trump…

Menlu Iran Nyatakan Ada Kemajuan dalam Pembicaraan dengan AS

Teheran, LiputanIslam.com –     Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa…

Pemimpin Yaman: Normalisasi Meningkatkan Biaya Pengalahan Israel

Teheran, LiputanIslam.com –     Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman, Sayyid Abdul-Malik al-Houthi, memperingatkan…

Iran Sampaikan Usulan kepada AS, Ujian bagi Kesungguhan AS

Jenewa, LiputanIslam.com –   Sumber media di Jenewa, Swiss, mengkonfirmasi bahwa beberapa laporan…

Tentara Iran Tegaskan akan Terus Bertahan di Medan Laga Hingga Titik Darah Penghabisan

Teheran, LiputanIslam.com –   Komandan Angkatan Darat Iran, Brigjen Ali Jahanshahi, menegaskan bahwa…

Jihad Islam Palestina Sebut BoP Panggung Sandiwara di Gaza

Gaza, LiputanIslam.com –   Wakil Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ), Muhammad al-Hindi,…

The Financial Times: Pengerahan Pasukan ke Timteng Blunder bagi Trump

London, LiputanIslam.com –   Surat kabar Inggris TheFinancial Times menganalisis detail dan penilaian…

Ketua Parlemen Iran: AS akan Merasakan Balasan Telak Jika Nekat Menyerang Iran

Teheran, LiputanIslam.com –   Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa semua…

Israel Kuatir Dikhianati AS terkait Konflik dengan Iran

AlQuds, LiputanIslam.com –   Surat kabar Israel Maariv mengungkapkan bahwa ada kekhawatiran di…

Your one-stop resource for medical news and education.

Your one-stop resource for medical news and education.
Sign Up for Free

You Might Also Like

Indonesiana

Dari Tehran, Indonesia Tegaskan Dukungan untuk Palestina

By Farid
Indonesiana

[Video:] Terjemahan Pidato Lengkap Presiden Iran di Masjid Istiqlal

By Muhammad
Berita Video

[Video:] Terjemahan Lengkap Pidato Presiden Iran di Indonesia di ICC, Jakarta

By Muhammad
Indonesiana

Raisi: Biarkan Musuh Mati dalam Keadaan Marah Lihat Keakraban Umat Muslim

By Hadi
Copyright © 2014 - 2024 — Liputan Islam. Situs Berita Dunia Islam. All Rights Reserved.
  • Home
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Contact Us
Welcome Back!

Sign in to your account